Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Banggai melalui bidang Perencanaan Ekonomi merilis aplikasi Harmoni Inflasi Sistem Informasi Sinkronisasi dan Harmonisasi Perencanaan Pembangunan Daerah Dalam Pengendalian Laju Inflasi di Kabupaten Banggai.
Kegiatan sosialisasi aplikasi Harmoni Inflasi dilaksanakan di Ruang Pahangkabotan Bappeda. Selasa (19/11)
Aplikasi ini dilatar belakangi belum optimalnya koordinasi, sinergitas dan harmonisasi kegiatan perencanaan ekonomi di Kabupaten Banggai..
Kepala Bidang Perencanaan Ekonomi Bappeda Kabupaten Banggai Hartini Djaafar, S.Sos menjelaskan, angka inflasi di Kabupaten Banggai 2 tahun terakhir masih berada di atas angka inflasi Nasional, ini di sebabkan kurangnya data yang terintegrasi serta keterbatasan sistem informasi yang dapat mendukung kolaborasi yang lebih antar PD, dan rendahnya efisiensi dalam pelaksanaan program pengendalian inflasi dalam merespons fluktuasi ekonomi yang terjadi.
“Hal inilah yang menginisiasi Bappeda Kabupaten Banggai untuk berinovasi membuat aplikasi Harmoni Inflasi yang rencananya akan digunakan oleh seluruh PD untuk menginput program dan kegiatan yang terkait pengendalian inflasi di daerah,” kata Hartini Djaafar
Hartini Djaafar berharap dari aplikasi ini diperoleh data pengendalian inflasi daerah sesuai dengan program dan kegiatan yang ada di PD. Selain itu kedepannya aplikasi ini menjadi platform digital yang memungkinkan pemantauan, analisa dan penyesuaian program dan kegiatan pembangunan yang lebih efektif sehingga dalam mengambil kebijakan tepat sasaran untuk mengendalikan laju inflasi di daerah.
Hartini Djaafar mengatakan,
ada beberapa manfaat dari aplikasi ini yaitu : Pertama, Meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam perencanaan pembangunan daerah dengan menyediakan data yang terintegrasi dan terkoordinasi secara real-time
Kedua, memantau kinerja pembangunan, melakukan penyesuaian kebijakan lebih cepat Ketiga, mendukung terciptanya perencanaan yang lebih terarah, berkelanjutan, dan responsif terhadap dinamika ekonomi dan Keempat, peningkatan kapasitas dalam perencanaan dimana sistem ini memungkinkan organisasi untuk bekerja lebih kolaboratif dengan berbagai pihak, meningkatkan akuntabilitas, serta memperkuat peran strategisnya dalam perumusan kebijakan perencanaan pembangunan daerah sehingga organisasi akan lebih mampu mencapai target-target yg sudah ditetapkan.
“Berharap bisa dipahami sehingga untuk menekan inflansi di Banggai kita bisa sama-sama bersinergi seluruh PD terkait,” harap Hartini.(*/Man)
