SALAH satu penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi adalah Campak.Campak dapat berdampak serius pada kesehatan anak. Mengetahui informasi penting tentang campak, termasuk gejala, pencegahan, dan langkah penanganan, sangat penting bagi orang tua untuk melindungi anak mereka dari infeksi ini.
Di Indonesia, campak masih menjadi perhatian kesehatan masyarakat. Menurut laporan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, pada tahun 2022 terdapat lebih dari 2.500 kasus campak yang dilaporkan, dengan sebagian besar kasus terjadi di daerah dengan cakupan vaksinasi yang rendah. Di Kabupaten Banggai, data dari Dinas Kesehatan mengungkapkan bahwa terdapat sekitar 30 kasus campak pada tahun 2022. Peningkatan kasus campak di kabupaten ini juga berkaitan dengan cakupan vaksinasi yang belum optimal.
Apa Itu Campak?
Campak adalah infeksi virus yang sangat menular, disebabkan oleh virus campak (measles virus) yang tergolong dalam keluarga paramyxoviridae (World Health Organization [WHO], 2022). Penyakit ini ditandai dengan ruam kulit yang khas, demam tinggi, batuk, pilek, dan konjungtivitis (Centers for Disease Control and Prevention [CDC], 2023).
GejalaCampak
1.Demam Tinggi:
Salah satu gejala awal campak adalah demam tinggi yang dapat mencapai 40°C (104°F), biasanya muncul 10-14 hari setelah terpapar virus (Mayo Clinic, 2023).
2.Ruam Kulit:
Ruam kulit campakbiasanya muncul 2-4 hari setelah demam, dimulai dari wajah dan menyebar keseluruh tubuh. Ruam ini dimulai sebagai bercak merah kecil yang kemudian bergabung menjadi bercak yang lebih besar (CDC, 2023).
3.Batuk dan Pilek:
Gejala seperti batukkering dan pilek seringmenyertai campak dan dapat memperburuk ketidaknyamanan anak (WHO, 2022).
4.Kotorisasi di Mulut:
Tanda khas lain daricampak adalah bercak-bercak putih kecil di mulut yang dikenal sebagai bercak Koplik (Mayo Clinic, 2023).
PencegahanCampak
1.Imunisasi:
Imunisasi campak adalah cara paling efektif untuk mencegahin feksi. Vaksin MMR (campak, gondok, dan rubella) biasanya diberikan pada anak-anak mulai usia 9 bulan (CDC, 2023).
2.Kebersihan yang Baik:
Mengajarkan anak untuk mencuci tangan secara teratur dan menghindari kontak dengan orang yang sakit dapat mengurangi risiko penyebaran virus (WHO, 2022).
3.Isolasi:
Jika anak terinfeksi campak, penting untuk menjaga mereka di rumah dan menghindari kontak dengan anak-anak lain sampai ruam benar-benar hilang untuk mencegah penyebaran lebih lanjut (Mayo Clinic, 2023).
Campak adalah penyakit yang dapat dicegah dengan vaksinasi dan perhatian terhadap kebersihan. Dengan memahami gejala dan pencegahan, orang tua dapat melindungi anak-anak mereka dari infeksi campak yang dapat menimbulkan komplikasi serius. Selalu periksa dengan profesional kesehatan untuk informasi dan tindakan pencegahan terbaru.(*)
