TANGERANG, — Kabupaten Banggai semakin dilirik investor asing. Pada ajang Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Otonomi Expo 2025 yang berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Kamis (28/8), sejumlah investor tambang asal Tiongkok menyatakan ketertarikannya menanamkan modal di daerah berjuluk Kota Air tersebut.
Bupati Banggai, Ir. H. Amirudin, MM., AIFO, yang hadir langsung dalam acara pembukaan pameran, menegaskan kesiapan pemerintah daerah untuk membuka diri terhadap investasi. “Alhamdulillah, event ini merupakan ajang bagi Pemkab Banggai untuk menunjukkan potensi daerah, baik dari sektor sumber daya alam maupun produk UMKM. Respon pengunjung, termasuk calon investor, cukup positif,” ujar Amirudin di sela-sela kunjungannya ke stand Banggai.
Stand pameran Kabupaten Banggai tahun ini tampil lebih besar dan representatif dibanding tahun sebelumnya. Dukungan dari berbagai organisasi perangkat daerah membuat tampilan stan semakin kaya dengan ragam produk. Mulai dari kerajinan batok kelapa, batik khas Nambo, aneka olahan perikanan, hingga sambal roa yang menjadi ciri khas kuliner Banggai.
Tidak hanya pengunjung umum, stan Banggai juga mendapat perhatian dari kalangan investor. Sejumlah pengusaha tambang dari Tiongkok tampak berdialog dengan perwakilan Pemkab Banggai, menanyakan peluang kerja sama di sektor pertambangan maupun sektor hilir industri lokal.
Bupati Amirudin menegaskan, Pemkab Banggai menyambut baik minat investor asing maupun domestik. Namun, ia menekankan bahwa setiap investasi wajib mengikuti aturan yang berlaku. “Kami terbuka terhadap investasi dan kerja sama, selama semua pihak patuh terhadap regulasi. Jika menyangkut pertambangan, misalnya, maka Amdal wajib dipenuhi. Itu syarat mutlak demi menjaga keseimbangan lingkungan dan keberlanjutan pembangunan,” tegasnya.
Selain di sektor tambang, Bupati Amirudin juga menaruh harapan besar pada peluang kerja sama di bidang UMKM. Menurutnya, produk UMKM Banggai tidak hanya memiliki kualitas, tetapi juga keunikan yang bisa menjadi daya tarik di pasar nasional maupun internasional.
Dalam kesempatan itu, Bupati Amirudin juga mengutip arahan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, serta Ketua Umum APKASI, Burza Zarnubi, yang menekankan pentingnya mendorong produk UMKM untuk menembus pasar global. Ia menilai, momentum Apkasi Expo menjadi wadah strategis untuk memperluas jaringan pemasaran lintas daerah maupun internasional.
“Produk UMKM tidak boleh hanya berputar antar daerah. Harus ada upaya bersama agar bisa bersaing di pasar global. Saya berharap melalui forum ini, ada pertukaran produk dan komitmen kerja sama antar kepala daerah,” kata Amirudin.
Keikutsertaan Banggai di APKASI Otonomi Expo 2025 diharapkan tidak hanya memperluas jejaring bisnis, tetapi juga memberi dampak nyata bagi pelaku usaha lokal. “Kami ingin UMKM Banggai naik kelas, kapasitas produksi meningkat, sehingga mampu memenuhi permintaan pasar yang lebih luas. Dengan begitu, ekonomi daerah akan bergerak, kesejahteraan masyarakat ikut terangkat,” tutur Amirudin.
Kehadiran Banggai di pameran berskala nasional ini, menurutnya, adalah bagian dari strategi besar pemerintah daerah untuk mempromosikan potensi lokal secara lebih agresif. Baik dari sisi kekayaan sumber daya alam maupun warisan budaya dan kuliner, Banggai dinilai memiliki daya tawar yang kompetitif.
“Jika peluang ini dimanfaatkan dengan baik, saya yakin Banggai bisa menjadi salah satu daerah unggulan di Indonesia dalam menarik investasi sekaligus mengangkat UMKM ke kancah internasional,” pungkasnya.(War/bie)

Komentar