Kapal Maryam Indah Terbakar

Ungkap Penyelundupan LPG-BBM

triLO.id -

Tragedi kebakaran kapal kayu KLM Maryam Indah GT 24 di perairan Luwuk, Kabupaten Banggai, Jumat (12/9/2025) malam, menguak praktik distribusi ilegal gas elpiji dan bahan bakar minyak (BBM) antarkabupaten. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 22.00 Wita itu menewaskan satu orang, sementara dua awak kapal lain masih dalam pencarian tim gabungan.

Kapal berbendera Indonesia tersebut diketahui berlayar tanpa Surat Persetujuan Berlayar (SPB) dari Syahbandar. Menurut Kepala Kantor Syahbandar Pelabuhan Luwuk, Hasfar M, kapal terbakar sekitar dua mil dari pesisir Kota Luwuk, tepatnya di perairan Desa Lumpoknyo, Kecamatan Luwuk. “Kapal ini berlayar tanpa SPB dari Syahbandar,” tegasnya.

KLM Maryam Indah berangkat dari Pelabuhan Rotan menuju Taliabu dengan muatan campuran, termasuk tabung gas elpiji 3 kilogram dan 5 kilogram berwarna hijau serta pink. Dari penuturan korban selamat, kapal juga mengangkut 18 ton BBM jenis pertalite yang dimuat sejak sore hari. Api diduga berasal dari percikan dinamo starter mesin yang menyambar ruang mesin penuh uap bahan bakar.

Dampak bagi masyarakat

Kepala Bagian Sumber Daya Alam (SDA) Pemda Banggai, Sunarto Lasitata, menegaskan distribusi gas elpiji keluar daerah merupakan tindakan yang merugikan masyarakat Banggai. “Gas elpiji 3 kilogram diperuntukkan bagi warga Kabupaten Banggai. Jika diselundupkan ke kabupaten lain, pasokan di sini berkurang dan bisa memicu inflasi daerah,” kata Sunarto.

Ia menambahkan, modus penggunaan KTP warga Banggai untuk membeli gas elpiji lalu dikirim ke luar daerah kian marak. Satgas Gabungan berharap Pertamina dapat memberi akses pada sistem aplikasi distribusi untuk melacak KTP yang berulang kali digunakan di pangkalan. “Kami menunggu regulasi agar Satgas bisa mendapat kata sandi aplikasi,” ujar Sunarto.

Kronologi dan pencarian korban

Saat kebakaran terjadi, kapal diawaki lima orang. Dua orang, Landesa dan Marten, berhasil diselamatkan. Sementara itu, La Anto ditemukan meninggal dunia, sedangkan dua awak lainnya, La Alami dan La Hamid, masih dicari tim gabungan yang melibatkan Basarnas, TNI, dan Polri.

Salah seorang korban selamat menuturkan, api tiba-tiba menyambar ketika mesin dinyalakan. “Begitu starter, langsung ada percikan, api menyambar ruang mesin yang penuh bau bahan bakar,” ucapnya saat dirawat di RSUD Luwuk.

Menanggapi insiden ini, Syahbandar Luwuk mengimbau seluruh nakhoda, agen, dan pemilik kapal agar melaporkan keberangkatan maupun kedatangan kapal secara resmi. Kepatuhan terhadap aturan pelayaran dinilai penting untuk mencegah terulangnya insiden serupa.

Peristiwa kebakaran KLM Maryam Indah membuka tabir praktik distribusi energi bersubsidi lintas kabupaten yang patut diawasi ketat. Aparat kepolisian diminta tidak hanya menelusuri pemilik kapal, tetapi juga mengusut keterlibatan oknum dalam rantai pasokan ilegal gas elpiji dan BBM.(tim)

Komentar