Pemerintah Kabupaten Banggai tengah berpacu dengan waktu. Hingga akhir September 2025, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru mencapai Rp184,35 miliar atau 60,62 persen dari target Rp294,5 miliar. Itu artinya, sisa Rp110,15 miliar harus dikejar hanya dalam waktu tiga bulan ke depan.
Data rekapitulasi triwulan III yang disampaikan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Banggai, Drs. Irpan Poma, ME, menunjukkan kontribusi PAD tahun ini masih ditopang oleh tiga pos utama: Pajak Daerah Rp77,95 miliar, Retribusi Daerah Rp14,91 miliar, dan Lain-lain PAD yang Sah Rp91,47 miliar.
Optimisme Pemerintah
Meski tantangan berat, Irpan menegaskan keyakinannya bahwa target Rp294,5 miliar akan tercapai. “Kami optimistis, dengan strategi intensifikasi dan ekstensifikasi pajak yang sudah berjalan, target PAD bisa diraih. Namun, kuncinya tetap pada kesadaran masyarakat untuk membayar pajak tepat waktu,” ujar Irpan.
Ia menambahkan, Bapenda terus melakukan inovasi pelayanan, mulai dari sistem pembayaran pajak berbasis digital hingga jemput bola ke lapangan. “Kita ingin masyarakat lebih mudah dalam menunaikan kewajibannya,” jelasnya.
Tren Positif Pajak Daerah
Optimisme itu juga didukung data yang disampaikan Warjo Anda, SE, Analis Keuangan Pusat dan Daerah Ahli Muda. Menurutnya, penerimaan pajak daerah menunjukkan tren positif dibanding tahun lalu. Per 20 September 2025, realisasi Pajak Daerah telah mencapai Rp77,95 miliar, naik sekitar Rp2,28 miliar atau 3,02 persen dibanding akhir tahun 2024 yang tercatat Rp75,67 miliar.
“Ini menunjukkan potensi penerimaan pajak di Banggai masih terus tumbuh. Peningkatan ini menandakan adanya perluasan basis pajak sekaligus membaiknya kepatuhan masyarakat,” ujar Warjo saat ditemui di kantor Bapenda Banggai.
PR Tiga Bulan Terakhir
Dengan waktu tersisa yang relatif singkat, tantangan terbesar Pemkab Banggai bukan hanya menggenjot penerimaan, tetapi juga memastikan proses pemungutan berjalan transparan, akuntabel, dan tidak membebani masyarakat.
“Kalau tren positif ini bisa dipertahankan, saya yakin target bisa tercapai. Namun, disiplin pembayaran pajak dan dukungan semua pihak tetap menjadi faktor penentu,” kata Warjo menambahkan.
Kini, mata publik tertuju pada kinerja Pemkab Banggai dalam sprint akhir tahun. Apakah Rp110 miliar yang tersisa bisa benar-benar digenggam? Atau justru meninggalkan catatan defisit di akhir 2025?(Asw/Mjd)

Komentar