Realisasi investasi di Kabupaten Banggai sepanjang 2025 mencatat lompatan signifikan dengan menembus angka Rp 3 triliun. Capaian ini melonjak dibandingkan tahun 2024 yang berada di kisaran Rp 2 triliun, sekaligus melampaui target awal sebesar Rp 1,9 triliun.
Prestasi tersebut diumumkan secara nasional dalam Konferensi Realisasi Investasi yang digelar Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Kamis (15/1/2026).
Kepala Bidang Pengendalian Pelaksanaan dan Informasi Penanaman Modal DPMPTSP Banggai, Sri Rezeki Muh. Nasrun, menjelaskan bahwa lonjakan investasi didorong oleh kontribusi kuat dua sektor utama, yakni Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).
“Seluruh realisasi investasi 2025 berasal dari PMA dan PMDN. Terjadi peningkatan yang cukup tajam dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Sri Rezeki, Jumat (6/2/2026).
Secara terpisah, Bupati Banggai, Ir. H. Amirudin, menyatakan capaian tersebut menempatkan Banggai pada posisi tiga besar kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah dalam realisasi investasi.
“Lompatan investasi kita di 2025 sangat besar, bahkan mencapai 200 hingga 300 persen dari target. Ini menunjukkan bahwa pembangunan Banggai tidak bisa hanya mengandalkan APBD. Kita membutuhkan investasi dari luar,” tegas Amirudin, Jumat (6/2).
Menurut Amirudin, iklim investasi yang kondusif menjadi fondasi utama percepatan pembangunan daerah. Pemerintah Kabupaten Banggai, kata dia, terus memperkuat layanan perizinan, kepastian hukum, serta kemudahan berusaha bagi investor.
“Kami berkomitmen menjaga kepercayaan dunia usaha. Target kita, investasi 2026 harus lebih tinggi dan lebih merata di berbagai sektor,” ujarnya.
Menjelang akhir 2025, aliran modal asing dan domestik masih terfokus pada sektor-sektor strategis, seperti industri pengolahan, energi, dan infrastruktur pendukung. Investasi tersebut diharapkan memberi efek berganda terhadap penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan masyarakat, serta pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.(AP)

Komentar