Ketahui Tanda-Tanda Diare pada Anak dan Cara Mengatasinya

triLO.id -

PENYAKIT Diare sering menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB). Diare merupakan penyakit yang harus diwaspadai.

Penanganan yang tepat di sarana pelayanan kesehatan sangat berperan penting dalam mencegah kematian akibat diare.
Berdasarkan Laporan Dinas Kesehatan Sulawesi Tengah tahun 2022 terdapat sekitar 8-10 kasus kematian anak di bawah lima tahun akibat diare per tahun.
Sementara data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai tahun 2022 menunjukkan terdapat sekitar 3-5 kasus kematian anak di bawah lima tahun akibat diare di Kabupaten Banggai.
Diare pada anak dapat menimbulkan kekhawatiran besarbagi orang tua, denganmemahamitanda-tandadiare dan langkah-langkah penanganan yang tepat dapat menjadi salah satu kunci untuk mencegah kematiaan akibat diare. Artikel ini memberikan panduan lengkap tentang gejala diare dan cara-cara efektif untuk mengatasinya.

TANDA-TANDA DIARE PADA ANAK

1. Frekuensi Buang Air Besar yang Meningkat:
Anak dengan diare biasanya mengalami frekuensi buang air besar yang lebih tinggi (lebih dari tiga kali)dari biasanya. (CDC, 2022).

2. Tinja Cair atau Berair:
Tinja anak akan tampak lebih cair dan mungkin berbentuk berair, berbeda dari tinja yang normal (Mayo Clinic, 2023).

3. Nyeri Perut atau Kram:
Nyeri atau kram perut adalah gejala umum pada anak yang mengalami diare, sering kali disertai dorongan untuk buang air besar (AAP, 2023).

4. Demam Ringan:
Beberapa kasus diare juga disertai demam ringan, terutama jika disebabkan oleh infeksi virus (WHO, 2021).

5. Mual dan Muntah:
Mual atau muntah bisa terjadi bersamaan dengan diare, yang dapat menyebabkan dehidrasi jika tidak ditangani dengan baik (CDC, 2022).

6. Perubahan dalam Nafsu Makan:
Anak mungkin mengalami penurunan nafsu makan dan merasa lemas karena ketidaknyamanan perut (Mayo Clinic, 2023).

7. Tanda-Tanda Dehidrasi:
Kehilangan cairan dapat menyebabkan tanda-tanda dehidrasi seperti mulut kering, kulit yang tidak elastis, dan frekuensi buang air kecil yang menurun (WHO, 2021).

CARA MENGATASIDIARE PADA ANAK

1. Hidrasi yang Cukup:
Pastikan anak mendapatkan cukup cairan, termasuk larutan rehidrasi oral (ORS) yang mengandung elektrolit untuk menggantikancairan dan elektrolit yang hilang. Hindari minuman manis atau berkarbonasi, yang dapat memperburuk diare (CDC, 2022; WHO, 2021).

2. Diet yang Tepat:
Berikanmakanan yang mudah dicerna seperti nasi, pisang, apel, dan roti panggang (BRAT diet). Hindari makanan berlemak, pedas, atau berat yang dapat memperburuk gejala (AAP, 2023).

3. Pemantauan Gejala:
Pantau frekuensi dan konsistensi tinja anak. Jika gejala tidak membaik dalam beberapa hari atau jika terdapat tanda-tanda dehidrasi, segera konsultasikan dengan dokter (Mayo Clinic, 2023).

4. Jaga Kebersihan:
Cuci tangan anak secara teratur dan pastikan kebersihan lingkungan sekitar untuk mencegah penyebaran infeksi (CDC, 2022).

5. Obat-Obatan:
Hindari memberikan obat anti diare tanpa konsultasi dokter, karena beberapa obat dapat memperburuk kondisi anak tergantung pada penyebab diare (AAP, 2023).

6. Kunjungi Dokter:
Konsultasikan dengan dokter jika anak mengalami diare berdarah, demam tinggi, tanda-tanda dehidrasi, atau jika diare berlangsung lebih dari dua hari (WHO, 2021).
Diare pada anak adalah kondisi yang bisa menimbulkan kekhawatiran, tetapi dengan pemahaman yang baik mengenai tanda-tanda dan cara mengatasinya, orang tua dapat menjaga kesehatan anak dengan lebih efektif. Diare merupakan masalah kesehatan yang signifikan di Indonesia, termasuk di Sulawesi Tengah dan Kabupaten Banggai. Penanganan yang tepat dan upaya pencegahan sangat penting untuk mengurangi dampak diare pada kesehatan anak.(*)