Hujan Es Guncang Batui Selatan

Puluhan Bangunan Rusak, Warga Sempat Panik

triLO.id -

BATUI SELATAN, Fenomena hujan es yang disertai angin kencang menggegerkan warga Kecamatan Batui Selatan, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Minggu (1/2/2026) sore. Peristiwa yang tergolong langka itu menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah warga dan bangunan usaha, termasuk rumah burung walet.

Hujan deras yang turun sejak siang hari berubah menjadi hujan es sekitar pukul 15.00 Wita. Peristiwa tersebut sontak memicu kepanikan warga dan ramai diperbincangkan di media sosial.
Camat Batui Selatan, Faidil Akbar, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut hujan es terjadi secara tiba-tiba dan berlangsung singkat, namun berdampak cukup besar.
“Berdasarkan laporan warga, hujan es terjadi sekitar jam tiga sore,” ujar Faidil saat dihubungi, Minggu (1/2/2026).
Menurut Faidil, hingga saat ini pemerintah kecamatan masih melakukan pendataan terhadap bangunan yang terdampak. Data sementara menunjukkan adanya kerusakan di beberapa desa.
“Kami sedang merekapitulasi data rumah yang terdampak hujan es dan angin kencang. Sementara ini, di Desa Masing terdapat tiga rumah warga dan satu rumah burung walet yang rusak. Di Desa Bonebalantak, dua rumah warga terdampak,” katanya.

Selain kerusakan atap dan dinding rumah, sejumlah bangunan juga dilaporkan rusak akibat tertimpa pohon yang tumbang diterpa angin kencang. Beberapa warga terpaksa mengamankan barang-barang mereka untuk menghindari kerusakan lebih lanjut.
Fenomena Alam Musiman
Peristiwa hujan es bukan kali pertama terjadi di wilayah Sulawesi Tengah. Fenomena serupa pernah terjadi di Kabupaten Poso pada November 2025 lalu. Awal tahun 2026, hujan es juga dilaporkan terjadi di Kecamatan Puriala, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.

Secara meteorologis, hujan es merupakan fenomena alam yang dapat terjadi pada masa peralihan musim. Pembentukan awan Cumulonimbus yang disertai arus angin vertikal kuat menjadi pemicu utama terbentuknya butiran es di atmosfer.
Ketika butiran es tersebut membesar dan tidak lagi mampu ditahan oleh arus udara, maka akan jatuh ke permukaan bumi bersama hujan deras.
Pemerintah Kecamatan Batui Selatan mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, khususnya pada masa pancaroba, serta segera melaporkan jika terjadi kerusakan lanjutan. (*)

Komentar