Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Luwuk mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh hipertensi dan tingginya kadar asam urat. Dua penyakit yang kerap dianggap biasa itu dapat berkembang menjadi pemicu kerusakan ginjal hingga berujung pada gagal ginjal kronis apabila tidak ditangani sejak dini.
Peringatan tersebut disampaikan Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD Luwuk, Mulyanah Santy, S.K.M. Menurutnya, gagal ginjal bukan disebabkan oleh satu faktor, melainkan merupakan akumulasi berbagai penyakit penyerta yang merusak fungsi ginjal secara perlahan.
“Secara perumpamaan, ginjal kita mirip seperti busi. Jika tidak berfungsi dengan baik, maka mesin tidak akan menyala. Faktor pemicu gagal ginjal bisa dipengaruhi oleh asam urat tinggi, hipertensi, serta penyakit penyerta lainnya,” ujar Mulyanah kepada triLO, Senin (3/8).
Ia menjelaskan, kadar asam urat yang tinggi dapat mengganggu aliran darah menuju ginjal. Kondisi tersebut, apabila berlangsung terus-menerus, berpotensi menurunkan kemampuan ginjal menyaring zat sisa metabolisme hingga akhirnya memicu gagal ginjal kronis.
Selain asam urat, hipertensi juga menjadi penyebab utama kerusakan ginjal. Tekanan darah yang tidak terkontrol dapat merusak pembuluh darah halus di dalam ginjal sehingga fungsi organ vital tersebut menurun secara bertahap.
Mulyanah mengatakan, gangguan ginjal sering kali berkembang tanpa gejala yang jelas pada tahap awal. Karena itu, banyak penderita baru mengetahui kondisinya ketika fungsi ginjal sudah mengalami penurunan yang cukup berat.
Ia mengimbau masyarakat, khususnya penderita hipertensi, asam urat tinggi, maupun penyakit metabolik lainnya, untuk menjalani pemeriksaan kesehatan secara berkala serta menerapkan pola hidup sehat sebagai langkah pencegahan.
“Pemeriksaan kesehatan secara berkala sangat penting, terutama bagi penderita hipertensi dan asam urat tinggi. Penanganan sejak dini adalah kunci mencegah kerusakan ginjal yang lebih berat,” pungkasnya. (tr01)

Komentar