Bupati Banggai, Ir. H. Amirudin, Tamoreka, SP., MP., MM., AIFO., mempertanyakan ketidakhadiran Rektor Universitas Tompotika (Untika) Luwuk dalam acara peresmian SMP Negeri Mirqan di kawasan Bukit Halimun, Kecamatan Luwuk Selatan, Senin (3/8).
Momen tersebut terjadi saat Bupati Amirudin tengah menyampaikan pidato sambutan sekaligus mengecek kehadiran para tamu undangan yang terdiri atas jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), unsur Forkopimda, hingga mitra strategis Pemerintah Kabupaten Banggai.
“Mana Rektor Untika, kenapa tidak hadir?” ujar Amirudin usai penyampaian pidatonya.
Menanggapi hal tersebut, Rektor Untika Luwuk, Taufik Bidullah, mengaku terkejut. Ia menegaskan bahwa pihak rektorat sama sekali tidak menerima surat undangan resmi dari panitia penyelenggara terkait agenda tersebut.
“Saya sama sekali tidak menerima undangan,” tegas Taufik saat dikonfirmasi, Selasa (4/8).
Pernyataan Taufik tersebut turut dibenarkan oleh bagian rektorat dan akademik Kampus Untika. Setelah dilakukan pengecekan, tidak ada berkas atau surat undangan masuk terkait acara peresmian sekolah baru tersebut.
Rektor Untika menduga ada kendala koordinasi atau kelalaian teknis dari panitia penyelenggara. “Bisa jadi ada kesengajaan atau kelalaian dari instansi teknis yang melaksanakan peresmian untuk tidak memasukkan Rektor Untika dalam daftar undangan. Padahal, Bupati Banggai mengharapkan kehadiran Rektor Untika sebagai representasi insan pendidikan di Kabupaten Banggai,” ujarnya.
Meski menyayangkan lemahnya koordinasi panitia, Taufik tetap menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas terobosan Pemkab Banggai yang telah mendirikan SMP Negeri Mirqan. Sekolah tersebut digadang-gadang sebagai sekolah negeri berbasis smart school dan teknologi digital pertama di Sulawesi Tengah.
Menurut Taufik, langkah inovatif ini sangat sejalan dengan visi “Banggai Cerdas” dalam mendorong percepatan dan peningkatan kualitas pendidikan di daerah. (mj)

Komentar