Bupati Ancam Copot Kepala OPD

Evaluasi Kinerja 6 Bulan Jadi Penentu, Pejabat Tak Loyal Disiapkan Diganti

triLO.id -

Bupati Banggai, Amirudin Tamoreka, melontarkan peringatan keras kepada jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Ia menegaskan akan mencopot pejabat yang dinilai bermasalah dan tidak memenuhi kinerja.

“Tunggu saja tanggal mainnya, pasti ada yang kita copot,” ujar Amirudin saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (16/4/2026).

Amirudin tidak menutup kemungkinan jumlah pejabat yang dicopot lebih dari satu orang. “Ya, bisa jadi,” katanya singkat.

Menurut dia, langkah tegas itu mengacu pada evaluasi kinerja pimpinan OPD yang baru dilantik. Seluruh pejabat tersebut tengah menjalani masa penilaian selama enam bulan sesuai ketentuan yang berlaku.

Ia menegaskan, indikator evaluasi mencakup kedisiplinan, loyalitas, hingga capaian kerja. Pejabat yang dinilai tidak loyal, jarang masuk kerja, dan berkinerja buruk akan menjadi prioritas untuk diganti.

“Kalau banyak bermasalah, tidak loyal, jarang masuk, untuk apa dipertahankan jika tidak bisa bekerja,” tegasnya.

Selain itu, capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga menjadi tolok ukur utama. Amirudin menyebut, target tersebut telah disepakati dalam perjanjian kinerja sebelum para pimpinan OPD dilantik.

“Target PAD itu mereka usulkan sendiri. Kita tinggal menilai. Kalau tidak mampu, kita geser. Yang penting sudah ada perjanjian dan sudah diingatkan,” ujarnya.

Sebagai Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) di daerah, Amirudin menegaskan bahwa langkah pencopotan memiliki dasar aturan yang jelas. Ia merujuk pada ketentuan Badan Kepegawaian Negara (BKN) terkait kontrak kerja dan evaluasi kinerja pejabat.

“Kita salah kalau tidak punya kontrak kerja. Itu sudah aturan BKN. Pejabat bisa dicopot jika kinerjanya tidak tercapai,” katanya.(*/Ap)

Komentar