Avtur Mencekik, Maskapai Angkat Kaki

Bandara SAA Terancam Lumpuh

triLO.id -

Lonjakan ekstrem harga bahan bakar pesawat (avtur) mengguncang konektivitas udara di Kabupaten Banggai. Sejumlah rute penerbangan dari dan menuju Bandara Syukuran Aminuddin Amir (SAA) Bubung, Luwuk, mulai tumbang.

Harga avtur yang menembus Rp25.576 per liter pada April 2026—melonjak sekitar 70 persen dari bulan sebelumnya—menjadi pemicu utama. Tekanan biaya yang membengkak membuat maskapai tak lagi mampu menahan beban operasional.

AirAsia menjadi yang pertama menarik rem. Rute Surabaya–Makassar–Luwuk (PP) resmi dihentikan sementara mulai 16 April hingga 21 Mei 2026.

“Bukan ditutup, tapi dihentikan sementara,” ujar General Manager AirAsia Luwuk, Edwin, Senin (13/4).

Namun, penghentian ini mengirim sinyal serius: rute-rute dengan tingkat keterisian rendah berada di ujung tanduk. Kombinasi mahalnya avtur dan minimnya penumpang membuat operasional kian tak ekonomis.

Evaluasi kini bergulir di internal maskapai. Tidak hanya AirAsia, Batik Air juga disebut tengah mengkaji ulang jadwal dan armadanya.

Kepala Seksi Pelayanan dan Kerja Sama UPBU SAA Luwuk, Eko Budi Haryono, mengakui tekanan yang dihadapi maskapai tidak sederhana. Selain harga avtur, faktor rotasi pesawat dan gejolak geopolitik global ikut mempersempit ruang gerak operator penerbangan.

“Mereka menunda hingga 21 Mei untuk evaluasi. Setelah itu baru diputuskan kelanjutannya,” kata Eko, Selasa (14/4).

Situasi ini menempatkan Bandara SAA dalam posisi rawan. Jika tren berlanjut, bukan hanya rute yang hilang—konektivitas udara kawasan Banggai berpotensi terputus.

Pemerintah pusat mencoba meredam dampak melalui stimulus fuel surcharge sekitar 38 persen. Namun, langkah ini dinilai belum cukup menahan tekanan biaya yang terus merangkak naik.

Tanpa intervensi lebih kuat dan stabilisasi harga avtur, ancaman kelumpuhan operasional bukan lagi sekadar peringatan.

“Harapan kami harga segera stabil. Kalau tidak, dampaknya akan meluas,” ujar Eko.

Di tengah ketidakpastian, satu hal menjadi jelas: langit Luwuk sedang tidak baik-baik saja.(AP)

Komentar