Banggai Pacu Perbaikan Capaian Konvergensi Stunting

Empat Indikator Masih Nol

triLO.id -

Pemerintah Kabupaten Banggai memacu perbaikan capaian aksi konvergensi stunting setelah hasil evaluasi semester I 2026 menempatkan daerah itu dalam kategori “Perlu Pembinaan”. Pemenuhan data dan penguatan koordinasi lintas perangkat daerah kini menjadi prioritas untuk mendongkrak kinerja pencegahan dan percepatan penurunan stunting hingga akhir tahun.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Banggai, Pupung Dilianto, S.STP., M.Si., mengatakan, langkah optimalisasi tersebut merupakan tindak lanjut hasil evaluasi penilaian pencegahan dan percepatan penurunan stunting kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah semester I 2026.

Dalam penilaian itu, Kabupaten Banggai memperoleh skor 38,09. Capaian tersebut menjadi perhatian karena masih terdapat empat indikator yang memperoleh nilai nol.

Pupung menegaskan, pemenuhan data aksi konvergensi stunting menjadi prioritas Bappeda, khususnya Bidang Perencanaan Pembangunan Manusia dan Masyarakat (PPMM), dalam sisa waktu tahun anggaran 2026.

“Iya, sudah ditindaklanjuti. Minggu kemarin sudah kami evaluasi. Pemenuhan data aksi konvergensi stunting ini jadi prioritas Bidang PPMM Bappeda untuk dioptimalkan di sisa waktu tahun 2026,” ujar Pupung, Selasa (20/10/2026).

Saat ini, fokus pembenahan diarahkan pada pemenuhan data semester II. Bappeda telah berkoordinasi dengan sejumlah perangkat daerah mitra, terutama Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB).

Koordinasi tersebut akan diperkuat melalui agenda desk pemenuhan data pada November mendatang. Bappeda berencana mengundang admin puskesmas, penyuluh keluarga berencana (PLKB), dan pihak kecamatan untuk memastikan kelengkapan data semester II.

“Sejak pekan lalu saya bersama jajaran di bidang langsung turun koordinasi ke PD mitra terkait, yakni Dinkes dan DP2KB. Kami juga sudah mengagendakan pada bulan November mendatang untuk melakukan desk pemenuhan data dengan mengundang admin puskesmas, PLKB, dan kecamatan guna mengoptimalkan pemenuhan data semester dua,” tambahnya.

Sebelumnya, Bappeda Banggai telah mendistribusikan akses username dan password sistem E-Monev Bangda kepada 21 organisasi perangkat daerah (OPD) penanggung jawab. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat penginputan data pendukung aksi konvergensi stunting.

Sejumlah OPD yang terlibat antara lain Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta Dinas Ketahanan Pangan.

Melalui penguatan koordinasi dan integrasi data lintas sektor, Pemkab Banggai berharap capaian penilaian konvergensi stunting dapat meningkat. Pemenuhan indikator yang masih belum terpenuhi menjadi pekerjaan penting untuk memperbaiki kinerja pencegahan dan percepatan penurunan stunting di daerah tersebut.(Ap/Mm)

Komentar