Jarak pandang di sejumlah wilayah Kabupaten Banggai dalam beberapa hari terakhir menurun. Jajaran pulau dan kawasan pegunungan yang biasanya terlihat dari seberang perairan kini tampak samar, bahkan nyaris tertutup kabut.
Kondisi tersebut memicu kekhawatiran masyarakat. Fenomena itu sempat dikaitkan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah titik di Kabupaten Banggai dalam beberapa pekan terakhir.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan, menurunnya jarak pandang tidak semata-mata disebabkan oleh karhutla. Kondisi tersebut dipengaruhi akumulasi asap, debu, dan partikel lain yang terperangkap di atmosfer.
Partikel-partikel itu bertahan lebih lama akibat kondisi cuaca yang kering. Rendahnya curah hujan membuat partikulat halus di udara tidak segera terlarut atau tersapu dari atmosfer.
Kondisi tersebut semakin diperburuk oleh fenomena El Nino kuat yang menyebabkan wilayah Banggai mengalami periode kemarau berkepanjangan.
“Jarak pandang yang tidak baik dalam beberapa hari terakhir ini disebabkan oleh akumulasi asap, debu, dan partikel lain yang terjebak di atmosfer. Fenomena El Nino yang sangat kuat membuat wilayah Banggai tak kunjung diguyur hujan, sehingga kabut partikel tersebut terus bertahan dan terperangkap di udara,” jelas perwakilan BMKG kepada triLO, Sabtu (3/10/2026).
BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat berkendara maupun beraktivitas di luar ruangan. Kondisi jarak pandang menjadi perhatian khusus bagi pengguna transportasi laut dan udara yang membutuhkan visibilitas memadai. (ap/mm)

Komentar