Tolak Berhubungan Intim, Istri Dibacok Suami

triLO.id -

Persoalan nafkah rumah tangga berujung dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Desa Gori-Gori, Kecamatan Batui Selatan, Kabupaten Banggai. Seorang perempuan berinisial N (28) diduga dibacok suaminya sendiri, S alias C (29), menggunakan parang hingga mengenai bahu kirinya. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (11/10/2026) sekitar pukul 13.30 Wita. Insiden ini bermula ketika sang suami meminta berhubungan intim, tetapi ditolak korban karena persoalan nafkah rumah tangga.

Kapolsek Batui, IPTU Teguh Pria Adjisaka, menjelaskan penolakan tersebut diduga memicu kemarahan terduga pelaku. Situasi kemudian memanas hingga sejumlah perabot rumah tangga dilaporkan rusak.
Tak berhenti di situ, S alias C diduga menyerang korban menggunakan senjata tajam jenis parang. Senjata tersebut mengenai bahu kiri korban. Usai kejadian, terduga pelaku meninggalkan lokasi. Sementara itu, korban menghubungi keluarganya melalui telepon untuk meminta pertolongan. “Setelah kejadian, pelaku meninggalkan lokasi, sedangkan korban menghubungi keluarganya melalui telepon untuk meminta bantuan,” tutur IPTU Teguh. Menerima informasi kejadian tersebut, personel Polsek Batui mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Petugas mendapati korban masih dalam keadaan sadar dan dapat berkomunikasi dengan baik. Korban kemudian dibawa ke Puskesmas Sinorang untuk menjalani pemeriksaan medis. Di sisi lain, polisi langsung berupaya mencari keberadaan S alias C.

Namun, saat petugas melakukan pencarian, terduga pelaku belum ditemukan. “Petugas juga melakukan upaya pencarian keberadaan pelaku. Namun, yang bersangkutan tidak ditemukan di lokasi tersebut,” tambah Teguh. Polisi selanjutnya melakukan penanganan perkara, termasuk membuat laporan polisi. Adapun parang yang diduga digunakan dalam kejadian tersebut masih berada dalam penguasaan terduga pelaku. Hingga informasi ini disampaikan, keberadaan terduga pelaku masih dalam pencarian polisi. Perkara tersebut menjadi perhatian serius karena dugaan kekerasan terjadi di lingkungan rumah tangga, yang semestinya menjadi tempat aman bagi setiap anggota keluarga. (*)


Komentar