Bulog Cabang Luwuk resmi menyalurkan bantuan pangan beras sesuai jadwal launching yang sebelumnya direncanakan dilaksanakan hari Jumat (18/07/2025). Sebelumnya, dalam rapat koordinasi bersama Pemda Banggai dan para pelaku usaha penggilingan beras yang dilaksanakan pada Rabu (16/7/2025) kemarin, Kepala Bulog Luwuk, Muhammad Sofiyan Sohilauw, telah menyampaikan jadwal penyaluran tersebut.
Sofiyan juga telah mengungkapkan, bahwa dalam penyaluran tersebut dilakukan sekaligus untuk dua bulan alokasi bantuan pangan, yakni alokasi untuk bulan Juni dan Juli dan harus diselesaikan sampai pada 31 Juli. Masing-masing keluarga Penerima Bantuan Pangan (PBP) akan menerima 10 Kg untuk 1 bulan. Dengan begitu, setiap PBP akan menerima 20 kg beras dari Bulog. 
Terkait jumlah keluarga penerima manfaat, Dirinya juga memaparkan bahwa untuk Kabupaten Banggai terdapat sebanyak 22.981 keluarga. Khusus untuk Kelurahan Maahas, sendiri, lanjut Sofiyan, terdapat 63 orang PBP. “Jadi dalam 1 bulan Kelurahan Maahas akan menerima 630 kg, total 2 bulan menjadi 1 ton 260 kg. Berasnya sudah tersedia,” katanya saat launching perdana penyaluran bantuan pangan beras di Kantor kelurahan Maahas, Jumat (18/07/2025).
Dihadapan Bupati Banggai, Amirudin, dirinya menjamin, bahwa kualitas beras bantuan tersebut tidak perlu diragukan. “Insya Allah ini layak dikonsumsi Pak Bupati, saya jamin,” katanya.
Sementara itu, Bupati Banggai, Amirudin dalam pengantarnya meminta agar para penerima manfaat bantuan pangan beras ini memanfaatkan bantuan yang diterima dengan sebaik-baiknya. “Bapak Ibu akan menerima 20 Kg sekaligus, jadi jangan dijual. Jangan sampai yang masuk cuma satu karung, satu karungnya dilepas (dijual), apalagi saat ini harga beras lagi naik,” imbaunya.
Dihadapan para penerima manfaat, Bupati Amirudin tidak menampik jika Kabupaten Banggai sebenarnya sudah memasuki swasembada pangan khususnya beras. Akan tetapi, kata Dia, beras yang ada di kabupaten Banggai saat ini tidak hanya dikonsumsi masyarakat Kabupaten Banggai saja, tetapi juga dikirim hingga ke beberapa daerah.
“Ada Kabupaten Banggai Laut, ada Banggai Kepulauan, ada Gorontalo, ada Manado, ada Taliabu, ada ke Morowali Utara. Bahkan ada laporan waktu kami pimpin rapat kemarin, kurang lebih ada 100 ton hampir setiap hari keluar ke Manado,” ujarnya.
Meski begitu lanjut Bupati Amirudin, beras yang dikirim keluar daerah tersebut tidak bisa dihentikan begitu saja, karena terdapat hubungan Kerjasama antar daerah. (*/Asw)

Komentar