Stabilkan Harga Pangan, Dinas Ketapang Banggai Jalin Kerja Sama Pasokan Cabai dengan Enrekang

triLO.id -

Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kabupaten Banggai mengambil langkah strategis untuk menekan laju inflasi daerah yang dipicu oleh tingginya harga komoditas pangan, khususnya cabai rawit dan bawang merah.

Atas arahan Bupati Banggai Amirudin, Dinas Ketapang menjalin kerja sama dengan petani di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, sebagai daerah penghasil utama komoditas tersebut.

Kerja sama ini dilakukan untuk stabilisasi pasokan dan harga pangan di Banggai. “Saat ini atas arahan dan petunjuk Bupati Banggai Bapak Amirudin, Dinas Ketapang tengah melakukan kerjasama dengan petani cabai dan bawang merah di wilayah Kabupaten Enrekang Sulawesi Selatan sebagai daerah penghasil untuk memasok ke Kabupaten Banggai,” ungkap Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan, Sriwahyuni Djaafar, saat ditemui di kantornya beberapa waktu lalu, Senin (30/7).

Sriwahyuni membenarkan telah adanya kesepakatan dengan Champion Cabai dan Champion Bawang Merah di Enrekang.

Penjajakan kerja sama ini dilakukan setelah dirinya bersama kepala bidang distribusi cadangan pangan dan staf ahli bidang ekonomi ditugaskan langsung ke Enrekang.

Kabupaten Banggai tercatat sebagai daerah ke-71 yang menjalin kerja sama pasokan dengan daerah tersebut.

Sebagai tahap awal intervensi harga, disepakati akan dipasok cabai rawit sebanyak 1 ton ke Kabupaten Banggai, yang nantinya akan rutin mengisi Pasar Simpong, terutama saat terjadi gejolak harga yang signifikan.

“Insya Allah nanti malam atau subuh akan masuk lagi 780 kg cabai rawit yang nanti akan dijual kepada pedagang dan masyarakat sesuai harga pasar daerah penghasil. Misalnya harga di Enrekang Rp38.000/kg, maka akan dijual dengan harga yang sama Rp38.000/kg. Pemerintah daerah menyediakan subsidi transportnya saja,” jelas Sriwahyuni.

Selain itu, untuk memastikan intervensi harga berjalan efektif, Dinas Ketapang telah menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) atau Aksi Jual Cabai Murah.

“Pada Jum’at (01/08), Dinas Ketapang telah menggelar Gerakan Pangan Murah /Aksi Jual Cabai Murah di sekitar Pasar Simpong. Ini bertujuan untuk mengintervensi harga cabai yang masih tinggi, bisa menurun dan stabil, berharap dapat terjangkau oleh masyarakat luas,” tutup Sriwahyuni.

Langkah ini diharapkan dapat menurunkan harga cabai dan bawang merah, yang belakangan menjadi penyumbang inflasi tertinggi di Kabupaten Banggai, selain komoditas beras, tomat, dan ikan. (*)

Komentar