Ratusan Pelajar SMAN 1 Moilong Diduga Keracunan Usai Santap MBG

triLO.id -

MOILONG -Bencana keracunan massal diduga menimpa ratusan pelajar dari tingkat SMA hingga SD di Kecamatan Moilong, Kabupaten Banggai, setelah menyantap menu Makanan Bergizi Gratis (MBG). Hingga Sabtu (11/10/2025) sore, sedikitnya 50 siswa SMAN 1 Moilong harus menjalani rawat inap di Puskesmas, dan jumlah korban diperkirakan masih bisa bertambah.

Insiden ini mulai terkuak pada Sabtu pagi, saat rekaman video amatir beredar luas, memperlihatkan puluhan siswi SMAN 1 Moilong mendapatkan penanganan medis di sekolah. Beberapa siswa bahkan terpaksa dirawat di koridor tunggu Puskesmas Moilong karena bangsal penuh.
Warga Moilong, E (30), membenarkan kejadian di SMAN 1 Moilong dan menyebutkan bahwa laporan awal mencatat ada 20 siswi yang terdampak.

Namun, dugaan keracunan ini ternyata tidak hanya menimpa siswi SMA. Warga Moilong lainnya, E (28), mengungkapkan bahwa siswa-siswi Sekolah Dasar (SD) juga mengalami gejala serupa sejak Jumat (10/10/2025).

“Bukan hanya siswi SMA, murid SD Inpres Sidoharjo dan SDN 1 Slametharjo yang mengalami diare,” ungkapnya.

Kepala Puskesmas Moilong, Riska, S.Kep., Ns., menjelaskan kronologi kejadian. Pihaknya menerima laporan pada pukul 09.00 Wita dari perwakilan guru SMAN 1 Moilong mengenai adanya gejala diare massal.

“Kami mendapatkan laporan adanya gejala diare masal, di mana para pelajar ini mengalami keluhan diare, mual, dan pusing bahkan ada yang demam,” kata Riska.

Tim medis kemudian langsung menuju lokasi dan menemukan sedikitnya 59 pelajar mengalami diare. Gejala tersebut diketahui telah dialami sejak Jumat, dengan puncaknya terjadi pada hari Sabtu.

“Sampai dengan pukl 20.00 Wita total jumlah siswa di sekolah yang kami periksa mencapai 130 siswa, dan 100 siswa diperbolehkan pulang, sedangkan 30 pelajar lainnya sementara menjalani rawat inap di puskesmas Moilong, dan jumlah tersebut kemungkinan masih bisa bertambah,” tandasnya.

Riska memastikan kondisi keracunan massal ini masih dapat ditangani oleh Puskesmas Moilong. Sampai berita ini ditulis, belum ada pasien yang dirujuk ke Rumah Sakit. Penanganan dilakukan melalui pemberian infus dan obat-obatan. Penyebab pasti keracunan ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut. (Tim)

Komentar