Dinas Perikanan Kabupaten Banggai menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Sertifikasi Kecakapan Nelayan (SKN) selama dua hari, Rabu–Kamis, 3–4 Desember 2025, bertempat di Hotel Dinasty Luwuk. Kegiatan ini diikuti 30 nelayan dari 10 kecamatan dan menghadirkan narasumber dari Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Kwandang, Provinsi Gorontalo.
Kepala Dinas Perikanan Banggai, Ferlyn Monggesang, menyampaikan bahwa pembangunan sektor perikanan tidak hanya bertumpu pada peningkatan produksi, tetapi sangat bergantung pada penguatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya nelayan kecil sebagai ujung tombak penangkapan ikan.
“Nelayan kecil masih menghadapi banyak kendala, mulai dari keterbatasan pengetahuan teknis, pemanfaatan teknologi, hingga aspek keselamatan dan keberlanjutan sumber daya. Karena itu, Bimtek ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan kapasitas mereka,” ujar Ferlyn.
Ia menjelaskan, sertifikasi kecakapan nelayan merupakan pendekatan strategis untuk meningkatkan keterampilan, pengetahuan, serta kesadaran nelayan terhadap praktik penangkapan ikan yang aman, efisien, dan ramah lingkungan.
Melalui kegiatan ini, nelayan diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, mengadopsi teknologi yang lebih baik, menjaga kelestarian sumber daya perikanan, memenuhi standar keselamatan kerja, serta memperbesar akses terhadap program-program pembinaan pemerintah.
Bimtek SKN Tahun 2025 diikuti 30 nelayan dengan armada berkapasitas kurang dari 1 GT hingga 24 GT. Mereka berasal dari:
* Kecamatan Nambo – 3 orang
* Kecamatan Kintom – 2 orang
* Kecamatan Luwuk – 10 orang
* Kecamatan Luwuk Selatan – 2 orang
* Kecamatan Luwuk Utara – 1 orang
* Kecamatan Luwuk Timur – 2 orang
* Kecamatan Moilong – 2 orang
* Kecamatan Pagimana – 3 orang
* Kecamatan Bunta – 2 orang
* Kecamatan Nuhon – 3 orang
Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan Dokumen Perubahan Pelaksanaan Anggaran (DPPA-SKPD) Dinas Perikanan Banggai Nomor 900/36/X/DISKAN tanggal 17 Oktober 2025, yang juga menjadi sumber pembiayaan kegiatan.
Bimtek SKN bertujuan memperkuat kemampuan teknis nelayan kecil, meningkatkan profesionalisme, dan mendorong praktik penangkapan ikan yang berkelanjutan. Dengan penguatan kapasitas tersebut, Dinas Perikanan berharap kesejahteraan masyarakat pesisir semakin meningkat.
Ferlyn mengapresiasi kehadiran seluruh peserta dan berharap ilmu yang diperoleh dapat diaplikasikan dalam aktivitas penangkapan ikan sehari-hari.
“Kami berharap seluruh peserta mampu menerapkan keterampilan yang didapat serta bersama-sama menjaga keberlanjutan perikanan tangkap,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, pihak panitia juga memohon kesediaan Bupati Banggai untuk membuka kegiatan sekaligus memberikan arahan. (asw)

Komentar