BATUI SELATAN, Berdiri sejak 2021, menara telekomunikasi di Desa Maleo Jaya, Kecamatan Batui Selatan, Kabupaten Banggai, hingga kini lebih menyerupai monumen ketimbang fasilitas publik. Empat tahun berlalu, 333 kepala keluarga di ujung barat Batui Selatan itu masih terputus dari akses sinyal seluler yang layak.
Sekretaris Desa Maleo Jaya, Ketut Upendra, menyebut keberadaan tower tersebut sebagai harapan palsu bagi warga. Menurutnya, sinyal hanya muncul sesaat—itu pun bertepatan dengan momen seremonial.
“Saat pertama diresmikan, sinyal ada tapi hanya satu hari. Waktu ada kegiatan jalan santai yang dihadiri pejabat Pemkab Banggai, sinyal muncul lagi—tapi juga cuma sehari. Setelah itu kembali mati total,” ujar Ketut kepada triLO, Kamis (8/1/2026).

“Kami harus naik ke gunung, ke kebun sawit dengan tanjakan rusak. Di sana hanya ada pondok kecil milik warga—di situ kami mencari sinyal,” tuturnya.
Tantangan tidak berhenti pada medan terjal. Lokasi tersebut minim listrik, sehingga perangkat desa terpaksa mengangkut genset menggunakan sepeda motor agar laptop dan perangkat penguat sinyal bisa beroperasi.
“Meski hujan, kami tetap berangkat. Genset kami tenteng naik motor. Proses unggah data bisa memakan waktu setengah hari. Saat musim hujan, risikonya tinggi—jalan licin, beberapa titik bahkan terputus,” kata Ketut dengan nada prihatin.
Pemerintah desa mengaku telah berulang kali menyuarakan keluhan ini, mulai dari Ketua DPRD Banggai hingga Gubernur Sulawesi Tengah saat kunjungan Panen Raya di Maleo Jaya.
“Kami sudah sampaikan langsung ke Ketua Dewan, bahkan ke Pak Gubernur. Pemuda desa juga sudah bersuara, tetapi sampai sekarang kami tidak tahu perkembangan pastinya. Kami merasa seperti dilupakan,” keluhnya.
Untuk sementara, warga mengandalkan layanan Starlink. Namun, jaringan tersebut kerap tidak stabil dan terbatas kuota, sehingga belum mampu mengakomodasi kebutuhan seluruh masyarakat.
Di luar persoalan sinyal, Desa Maleo Jaya juga masih bergulat dengan infrastruktur jalan yang rusak parah, memperpanjang daftar tantangan warga dalam mengakses layanan dasar.
Warga berharap pemerintah daerah maupun pusat segera mengaktifkan fungsi tower secara permanen—bukan hanya menyala saat ada kunjungan pejabat, melainkan benar-benar menjadi sarana konektivitas yang menjamin hak digital mereka. (Ap)

Komentar