Mega Proyek RSUD Luwuk Digeser ke Skema Tahun Jamak

triLO.id -

Rencana Pemerintah Daerah (Pemda) Banggai membangun gedung baru Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Luwuk berlantai tujuh dipastikan tertunda pada tahun anggaran 2026. Mepetnya waktu pelaksanaan menjadi alasan utama pergeseran jadwal pengerjaan fisik mega proyek bernilai Rp300 miliar tersebut.

​Kendati demikian, proyek strategis ini tidak dibatalkan. Pemda bersama DPRD Kabupaten Banggai sepakat untuk dialihkan menggunakan skema kontrak tahun jamak (multiyears) yang diproyeksikan berjalan mulai 2027 hingga 2029.

​Wakil Ketua I DPRD Banggai, I Putu Gumi, menjelaskan bahwa penundaan pengerjaan fisik dilakukan demi efektivitas dan kualitas pengerjaan. Untuk tahun 2026, kegiatan difokuskan pada pematangan perencanaan teknis.

​“MoU DPRD dengan Pemda terkait tahun jamak tetap berjalan, tetapi realisasinya bergantung pada kemampuan anggaran daerah. Tahun 2026 ini kita fokuskan pada perencanaan. Pengerjaan fisik diperkirakan mulai 2027, 2028, hingga 2029,” ujar Putu Gumi saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (14/8/2026).

​Politisi PDI Perjuangan ini merincikan, estimasi kebutuhan anggaran sebesar Rp300 miliar tersebut akan dialokasikan secara bertahap selama tiga tahun anggaran, dengan alokasi untuk Tahun Pertama (2027): Rp114 miliar, kemudin Tahun Kedua (2028): Rp187 miliar dan Tahun Ketiga (2029): Rp48 miliar (tahap finishing).

​Selain RSUD Luwuk, skema multiyears ini juga mencakup pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan dengan nilai alokasi persetujuan awal mencapai Rp72 miliar.

​Adapun sumber pembiayaan utama untuk mendukung mega proyek ini direncanakan bersumber dari Dana Bagi Hasil (DBH) kurang salur tahun 2024 dan 2025 yang nilainya diproyeksikan mencapai lebih dari Rp400 miliar.

​Gumi menambahkan, kepastian angka dan skema penganggaran final akan dibahas secara mendalam dalam agenda Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2027.

​“Semua detail dan ketersediaan anggaran daerah akan dikupas tuntas dalam pembahasan KUA-PPAS mendatang untuk memastikan proyek ini berjalan tanpa hambatan,” pungkasnya. (*/ap)

Komentar