Kabut asap tebal yang menyelimuti Kabupaten Banggai kembali mengganggu penerbangan di Bandara Syukuran Aminuddin Amir (SAA) Luwuk. Penerbangan rute Makassar–Luwuk dan sebaliknya kembali dibatalkan pada Kamis (15/10/2026), setelah sehari sebelumnya mengalami penundaan.
Pembatalan dilakukan karena jarak pandang di sekitar bandara belum memenuhi batas minimum keselamatan penerbangan. Kondisi tersebut membuat sejumlah penumpang tertahan, baik di Luwuk maupun Makassar.
Manager Operasi Ground Handling DRT Luwuk, Hasmar Dayanun, mengatakan pembatalan berdampak pada sejumlah penerbangan, termasuk Batik Air dan Susi Air.
“Penerbangan Batik Air dari Makassar (rute loop) untuk dua nomor penerbangan, yakni ID 6294/6295 dan ID 6292/6293, kembali dibatalkan hari ini. Hal ini disebabkan jarak pandang tidak memenuhi syarat batas minimum keselamatan sebesar lima kilometer,” ujar Hasmar, Kamis (15/10/2026).
Menurut Hasmar, jarak pandang sejak Kamis pagi hanya berkisar 3,5 kilometer dan membaik secara perlahan. Hingga pukul 16.00 WITA, saat pembatalan resmi diumumkan pihak Batik Air, jarak pandang baru mencapai empat kilometer.
Karena belum menembus batas minimum lima kilometer, penerbangan akhirnya dibatalkan. Kondisi serupa juga berdampak pada penerbangan Susi Air rute Manado yang telah diumumkan batal sejak pukul 13.00 WITA.
Gangguan penerbangan akibat kabut juga terjadi di Makassar. Fahri Unus, salah seorang penumpang asal Luwuk yang tertahan di Makassar, mengatakan sejumlah penerbangan ke berbagai daerah turut dibatalkan.
“Kondisi di Makassar juga berkabut. Selain penerbangan ke Luwuk, cukup banyak jadwal penerbangan ke daerah lain yang turut mengalami pembatalan hari ini,” ungkap Fahri.
Kondisi cuaca dan sebaran kabut asap masih dalam pemantauan otoritas bandara dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Pemantauan dilakukan untuk memastikan kondisi memenuhi persyaratan keselamatan sebelum penerbangan berikutnya dilaksanakan.(tim)

Komentar