Elpiji Melon Tembus Rp36 Ribu

Pengawasan Diperketat Hingga ke Desa

triLO.id -

Harga eceran tertinggi (HET) tabung elpiji 3 kilogram resmi naik di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Kepastian ini tertuang dalam surat edaran Bupati Banggai, Amirudin, yang dikeluarkan pada 1 Agustus 2025.

Kebijakan tersebut merujuk pada Keputusan Gubernur Sulawesi Tengah Nomor 500.10.8.3/11/Ro.EKON-G.ST/2025 tentang penyesuaian harga elpiji bersubsidi. Dengan penetapan ini, harga tabung melon 3 kg kini ditentukan berdasarkan radius distribusi dari titik pasok (SPBE) hingga ke wilayah terjauh.

Dalam edaran bernomor 500/3795/Bag.SDA, Bupati Amirudin meminta camat, kepala desa, hingga lurah untuk turut mengawasi penerapan harga. Agen maupun pangkalan LPG pun diwajibkan menyesuaikan papan informasi harga terbaru di lokasi yang mudah terlihat masyarakat.

“Tidak boleh ada agen atau pangkalan yang menjual di atas HET. Jika ada yang melanggar, akan dikenai sanksi sesuai aturan,” demikian salah satu poin dalam edaran tersebut.

Selain soal harga, pangkalan juga diwajibkan menyediakan timbangan serta peralatan pendeteksi kebocoran gas untuk menjamin keamanan konsumen. Camat dan kepala desa diminta aktif melakukan pengawasan dan segera melaporkan ke Tim Satgas jika menemukan kecurangan distribusi.

Penetapan harga baru elpiji 3 kg di Banggai dibagi dalam sembilan tingkatan sesuai jarak distribusi dari titik pasok. Untuk wilayah radius 0–60 kilometer, harga ditetapkan Rp20.000 per tabung. Harga kemudian naik bertahap hingga mencapai Rp36.000 per tabung untuk wilayah paling jauh, yakni dengan radius 481–540 kilometer. (Lihat grafis)

Kenaikan harga ini sontak menjadi perhatian warga, terutama di wilayah pedesaan yang masuk kategori jarak jauh dari titik pasok. Di sejumlah pangkalan di Kecamatan Batui dan Toili, masyarakat mulai mengeluhkan beban tambahan biaya rumah tangga.

Meski demikian, pemerintah daerah menegaskan, penyesuaian harga ini penting untuk menjaga kelancaran distribusi sekaligus menutup celah permainan harga di tingkat bawah. “Kita ingin harga elpiji bersubsidi lebih transparan dan merata, sehingga tidak ada lagi masyarakat yang dirugikan,” ujar salah satu pejabat di Bagian SDA Setda Banggai.

Dengan pengawasan yang diperketat hingga ke tingkat desa, Pemkab Banggai berharap kebijakan baru ini bisa berjalan sesuai tujuan: harga elpiji 3 kg tetap terkendali, distribusi lancar, dan subsidi tepat sasaran. (Asw/bie)

Komentar