Pemandangan tak biasa muncul di kebun warga Desa Toili, Kecamatan Moilong. Sebatang pohon pisang milik Sardin menghasilkan tandan yang memanjang dengan jumlah buah mencapai ratusan.
Ukuran tandannya jauh berbeda dari pisang pada umumnya. Keunikan itu sontak menarik perhatian warga yang penasaran melihat langsung tanaman tersebut.
Kepada triLO, Minggu (6/9/2026), Sardin mengatakan bibit pisang tersebut diperolehnya dari seorang teman. Namun, pertumbuhan tanaman di lahannya justru menghasilkan tandan yang jauh lebih panjang dan buah lebih banyak.
“Pisang jenis ini memang masih sangat jarang. Saya minta bibitnya dari teman. Begitu berbuah di sini, tandannya justru tumbuh sangat panjang dan buahnya melimpah,” ujar Sardin.
Sardin menduga kondisi tanah menjadi salah satu faktor yang membuat tanaman tersebut tumbuh subur. Ia mengaku tidak memberikan perawatan khusus ataupun pupuk kimia.
“Saya tidak pakai pupuk apa-apa. Mungkin memang karena tanahnya di sini sangat subur. Ini juga baru pertama kali pohonnya berbuah,” katanya.
Keunikan tanaman tersebut kemudian menyebar dari mulut ke mulut. Tetangga dan sejumlah warga mulai berdatangan untuk melihat langsung tandan pisang yang tidak biasa itu.
Tak hanya melihat, sebagian warga bahkan mulai tertarik mendapatkan bibitnya. Sardin mengaku sudah menerima sejumlah permintaan, tetapi belum dapat membagikannya karena bibit yang tersedia masih terbatas.
Fenomena tersebut membuat pisang milik Sardin bukan sekadar tanaman unik di halaman rumah. Jika mampu dikembangkan, bibit langka tersebut berpotensi menjadi tanaman yang menarik perhatian sekaligus bernilai bagi warga setempat. (mg01/ap)

Komentar