Banggai Siapkan Roadmap Sport Medicine 2026–2029

triLO.id -

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Banggai bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banggai dan UPT Balai Pendidikan Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Provinsi Sulawesi Tengah menggelar Seminar Nasional Kesehatan terkait Sport Medicine. Kegiatan ini dirangkaikan dengan Pelantikan Pengurus IDI Cabang Banggai Periode 2025–2028 di Luwuk, Sabtu (5/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Banggai Ir. H. Amirudin, SP., MP., MM., AIFO., memaparkan proyeksi serta arah kebijakan pengembangan kedokteran olahraga (sport medicine) di wilayahnya. Pemkab Banggai berkomitmen membangun sarana prasarana olahraga hingga tingkat kecamatan untuk mendongkrak prestasi para atlet.

Bupati Amirudin membeberkan kondisi eksistensi olahraga daerah yang ditopang oleh kesiapan atlet, pelatih, wasit, jejaring fasilitas kesehatan di RSD Luwuk, hingga peran aktif Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) sebagai simpul riset kebijakan. Selain itu, pemerintah daerah menyediakan akses internet nirkabel (Wi-Fi) gratis di berbagai fasilitas umum untuk menunjang digitalisasi dan monitoring data.

“Kita membangun banyak fasilitas dan memiliki banyak atlet, namun kendala utamanya adalah keterbatasan SDM spesialis atau tenaga ahli di bidang olahraga. Melalui seminar ini, kami berharap ada tenaga medis yang berminat mendalami bidang ini di Luwuk,” ujar Bupati Amirudin.

Ia menekankan pentingnya kehadiran dokter olahraga serta psikolog olahraga. Menurutnya, kesiapan fisiologis dan mental yang prima menjadi kunci utama para atlet dalam meraih prestasi maksimal di berbagai ajang kompetisi.

Guna mengatasi keterbatasan sarana layanan pemantauan performa atlet yang belum terintegrasi, Pemkab Banggai telah menyusun roadmap Pembangunan Sport Medicine 2026–2029 secara terukur dan berkelanjutan, yakni, untuk Tahun 2026 (Tahap I), pemetaan atlet dan cabang olahraga (cabor) prioritas, pemetaan SDM kesehatan, penyusunan SOP medical screening, serta pelaksanaan proyek percontohan (pilot project).

Tahun 2027 (Tahap II), pengintegrasian layanan kesehatan, meliputi medical screening, physical assessment, injury prevention, hingga recovery dan rehabilitasi.

Tahun 2028 (Tahap III), pembentukan basis data performa atlet (database) yang mencakup profil fisik, riwayat cedera, serta rekam data latihan dan kompetisi.

Tahun 2029 (Tahap IV), evaluasi menyeluruh, analisis kebutuhan, dan studi kelayakan pembangunan pusat sport medicine.

Pengembangan sport medicine ini dijalankan secara kolaboratif melibatnya Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Dinas Kesehatan bersama rumah sakit, BRIDA, perguruan tinggi, serta KONI dan pengurus cabor.

Acara seminar dan pelantikan tersebut ditutup dengan penyerahan cenderamata dari Ketua IDI Cabang Banggai, dr. Budiyanto Uda’a, Sp.KFR., M.Ked.Klin kepada Bupati Banggai sebagai bentuk apresiasi atas dukungan penuh pemerintah daerah terhadap kemajuan dunia kesehatan dan olahraga di Kabupaten Banggai.(ap/mm)

Komentar