LUWUK, Penyakit Ginjal Kronik (CKD) dan Infark Serebral (stroke penyumbatan) tercatat sebagai kasus kesehatan yang paling mendominasi di RSUD Luwuk sepanjang tahun 2024 hingga 2025. Data ini mencakup kategori pelayanan rawat jalan maupun rawat inap.
Berdasarkan data yang dirilis Bidang Pelayanan Medik RSUD Luwuk, pada tahun 2024, Penyakit Ginjal Kronik menjadi kasus rawat jalan tertinggi dengan jumlah mencapai 4.738 pasien. Angka ini diikuti oleh kasus nyeri tulang belakang (2.653 pasien) dan sequelae infark serebral (1.313 pasien).
Memasuki tahun 2025, peta penyakit pada rawat jalan mengalami sedikit pergeseran di mana nyeri punggung bawah menempati urutan pertama dengan 1.957 pasien, disusul masalah kerusakan saraf gigi (necrosis of pulp) sebanyak 1.233 pasien, dan CKD sebanyak 1.183 pasien.
Sementara itu, untuk kategori rawat inap, Infark Serebral akibat trombosis arteri serebral konsisten menjadi kasus tertinggi. Pada 2024 tercatat sebanyak 647 pasien, dan melonjak menjadi 921 pasien pada tahun 2025.
Selain penyakit degeneratif, kasus persalinan dan kesehatan anak juga masuk dalam sepuluh besar. Di antaranya adalah inersia uteri (gangguan kontraksi rahim) yang mencatat 439 kasus pada 2024 dan 298 kasus pada 2025. Masalah pencernaan seperti dispepsia dan diare juga terpantau tetap tinggi dengan angka rata-rata di atas 250 pasien per tahun untuk kategori rawat inap.
Pihak RSUD Luwuk berharap paparan data ini dapat menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap penyakit kronis melalui deteksi dini dan menjaga pola makan.(*/AP)

Komentar