Dewan Pengawas (Dewas) Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Luwuk menggelar rapat koordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Banggai guna melaporkan capaian pengelolaan keuangan rumah sakit, Sabtu (18/4). Dalam rapat tersebut, Pemerintah Daerah menekankan pentingnya efisiensi dan target menuju kemandirian fiskal rumah sakit.
Sekretaris Kabupaten (Sekab) Banggai, Ramli Tongko, mengungkapkan bahwa agenda utama pertemuan tersebut adalah mendengarkan laporan komprehensif dari Dewas mengenai arus kas dan potensi pendapatan RSUD Luwuk.
“Kita mendengarkan laporan mereka terhadap pengelolaan keuangan BLUD. Mulai dari berapa penerimaannya, berapa potensinya, hingga dialokasikan untuk membiayai apa saja. Fungsi Dewas di sini memberi arahan dan masukan strategis,” ujar Ramli Tongko kepada Luwuk Post, Selasa (21/4).
Adapun target pendapatan BLUD RSUD yang diproyeksikan mencapai kisaran Rp102 miliar hingga Rp120 miliar. Angka ini menjadi indikator penting dalam mengukur sejauh mana RSUD Luwuk mampu mengelola sumber dayanya secara mandiri.
Ramli menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen mendorong RSUD Luwuk untuk bertransformasi menjadi BLUD murni. Targetnya, rumah sakit plat merah tersebut diharapkan tidak lagi bergantung sepenuhnya pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dalam operasionalnya.
“Kita mau dorong menjadi BLUD murni, maksudnya tidak lagi tergantung ke APBD. Saat ini memang masih ada sebagian biaya yang belum mampu ter-cover secara mandiri, sehingga masih lewat APBD,” jelasnya.
Beberapa poin krusial yang masih membutuhkan intervensi APBD antara lain adalah pembiayaan tenaga medis serta kontrak dokter spesialis. Ke depan, jika pengelolaan potensi pendapatan berjalan optimal, diharapkan beban tersebut dapat sepenuhnya dibiayai melalui pendapatan internal RSUD sebagai BLUD murni.
Hadir mendampingi Sekab dalam rapat tersebut, Kepala BPKAD Banggai, Damri Dayanun, serta Plt Inspektur Inspektorat, Syaifullah Mambuhu. Pertemuan ini diharapkan menjadi titik balik penguatan fungsi pengawasan demi pelayanan kesehatan yang lebih profesional dan akuntabel di Kabupaten Banggai. (AP)

Komentar