Kabupaten Banggai semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu daerah paling inovatif di kawasan timur Indonesia. Berkat capaian indeks inovasi yang tinggi dan prestasi di tingkat nasional, Banggai kini menjadi rujukan sejumlah daerah di Sulawesi hingga Kalimantan dalam pengembangan inovasi daerah.
Bupati Banggai Amirudin mengatakan, berbagai keberhasilan yang diraih Pemerintah Kabupaten Banggai telah menarik perhatian banyak pemerintah daerah untuk datang belajar dan berbagi pengalaman terkait pengelolaan inovasi.
“Kabupaten Banggai telah menorehkan tinta emas. Saat ini Banggai sudah menjadi tempat studi bagi daerah lain dalam pengembangan inovasi daerah,” ujar Amirudin saat membuka Seminar Awal Kajian Evaluasi Dampak Inovasi Sektor Pelayanan Publik Kabupaten Banggai Tahun 2026 di Aula BRIDA Banggai, Selasa (9/6/2026).
Menurut Amirudin, sejumlah daerah yang telah melakukan studi ke Banggai berasal dari Gorontalo, Tojo Una-Una, Banggai Kepulauan, Kendari, hingga Palu. Bahkan, Kabupaten Mahakam Hulu, Kalimantan Timur, juga melakukan pembelajaran terkait pengelolaan inovasi daerah secara daring.
Ia menilai capaian tersebut merupakan buah dari komitmen pemerintah daerah dalam membangun budaya inovasi di lingkungan birokrasi. Berbagai inovasi yang dikembangkan diarahkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, efektivitas pemerintahan, sekaligus memperkuat daya saing daerah.
Meski demikian, Amirudin mengingatkan bahwa inovasi tidak boleh berhenti pada penciptaan aplikasi, program, atau layanan baru semata. Menurutnya, inovasi harus mampu memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.
“Kita tidak ingin terjebak dalam fenomena inovasi semu, yaitu inovasi yang dibuat hanya untuk memenangkan lomba lalu setelah itu mati suri dan tidak digunakan lagi. Inovasi di Kabupaten Banggai harus berkelanjutan dan memberikan dampak ekonomi maupun sosial yang langsung menyentuh kehidupan masyarakat,” tegasnya.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Banggai melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) melaksanakan Kajian Evaluasi Dampak Inovasi Sektor Pelayanan Publik yang melibatkan akademisi Universitas Tompotika Luwuk, pimpinan OPD, dan para camat.
Kajian tersebut dilakukan untuk mengukur sejauh mana inovasi yang telah diterapkan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat serta menjadi dasar penyusunan kebijakan yang lebih efektif dan berbasis data.
Bagi Pemkab Banggai, keberhasilan inovasi tidak lagi diukur dari banyaknya program yang diluncurkan, melainkan dari dampak yang dirasakan masyarakat. Evaluasi menjadi langkah penting untuk memastikan setiap inovasi mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat posisi Banggai sebagai role model inovasi daerah di tingkat regional. (*El)

Komentar