Guna mempercepat menghadirkan fasilitas cuci darah bagi masyarakat, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Morowali melakukan studi tiru ke RSUD Luwuk pada Rabu (10/6). Langkah ini diambil untuk mempelajari secara mendalam sistem pengelolaan layanan Hemodialisa (HD) yang sukses diterapkan di rumah sakit Luwuk.
Kunjungan strategis ini dipimpin langsung oleh Direktur RSUD Morowali, Maskur, dengan didampingi dr. Aisyah, jajaran manajemen, serta Ketua Komite Medik RSUD Morowali.
Sub Koordinator Pelayanan Medik RSUD Luwuk, Treys Rianinda Yusuf mengungkapkan, studi tiru ini fokus pada persiapan RSUD Morowali yang saat ini memang belum memiliki fasilitas cuci darah sendiri.
“RSUD Morowali datang untuk mengkaji sistem manajemen, alur pelayanan, ketersediaan alat, serta mekanisme operasional yang kami terapkan di sini,” ujar Treys kepada Luwuk Post, Kamis (11/6).
Selama satu hari kunjungan, rombongan RSUD Morowali meninjau langsung ke lapangan. Fokus utama mereka meliputi standar peralatan medis, alur birokrasi penanganan pasien, hingga kualifikasi Sumber Daya Manusia (SDM) dan regulasi klinis yang wajib dipenuhi dalam penyelenggaraan layanan HD.
Pihak RSUD Luwuk pun mendampingi penuh seluruh rangkaian kegiatan demi memberikan gambaran komprehensif bagi daerah tetangga tersebut. Meski Direktur RSUD Luwuk sempat berhalangan di awal karena agenda bersama Bupati Banggai, pertemuan formal antar pimpinan rumah sakit tetap terealisasi seusai acara.
Treys menambahkan, kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi positif dalam mentransfer ilmu demi peningkatan mutu kesehatan wilayah.
Melalui studi tiru ini, RSUD Morowali diharapkan dapat segera merampungkan persiapan operasional. Dengan begitu, masyarakat Morowali yang membutuhkan terapi cuci darah ke depan tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke luar daerah. (MG01/MG02)

Komentar