Lobi Maut Amirudin Jebol Kementan

Miliaran Rupiah Siap Guyur Sawah Banggai

triLO.id -

Lobi besar Bupati Banggai Ir. H. Amirudin, S.P., M.P., M.M., AIFO akhirnya sukses menjebol Kementerian Pertanian (Kementan) RI. Hasilnya, bantuan APBN Tahun 2026 bernilai miliaran rupiah resmi digelontorkan untuk memperkuat sektor pertanian dan menjawab kebutuhan mendesak para petani di Kabupaten Banggai.

Bantuan jumbo tersebut menyasar langsung persoalan paling krusial di lapangan, mulai dari rehabilitasi jaringan irigasi, pembangunan dam parit, irigasi perpompaan, bantuan pompa air, hingga perluasan lahan cetak sawah baru yang selama ini menjadi harapan besar petani.

Persetujuan itu merupakan tindak lanjut dari proposal resmi Pemerintah Kabupaten Banggai yang diajukan usai Rakornas Bupati dan Wali Kota se-Indonesia beberapa waktu lalu. Proposal tersebut ditandatangani langsung oleh Bupati Amirudin dan mendapat lampu hijau dari pemerintah pusat.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Banggai, Drs. Subhan Lanusi, M.P., menegaskan seluruh proses teknis telah disiapkan, termasuk sosialisasi kepada kelompok tani yang akan menjadi penerima manfaat.

“Bantuan ini merupakan tindak lanjut dari proposal yang ditandatangani langsung oleh Bapak Bupati. Secara teknis, kami sudah melaksanakan sosialisasi kepada kelompok-kelompok tani penerima manfaat,” ujar Subhan kepada awak media, Selasa (5/5).

Ia menjelaskan, sistem penyaluran bantuan akan langsung masuk ke rekening kelompok tani agar lebih transparan, cepat, dan tepat sasaran. Seluruh dokumen administrasi dan proposal pendukung juga dipastikan telah rampung dan tervalidasi.

Berdasarkan data Dinas TPHP, rehabilitasi jaringan irigasi tersier mendapat alokasi 15 unit dengan total anggaran Rp1,5 miliar. Pembangunan dam parit sebanyak 9 unit senilai Rp1,08 miliar, sementara irigasi perpompaan sebanyak 25 unit menjadi alokasi terbesar dengan nilai mencapai Rp3,82 miliar.

Tak berhenti di situ, pemerintah pusat juga mengalokasikan bantuan olah lahan pasca cetak sawah seluas 225 hektare senilai Rp202,5 juta. Selain itu, sebanyak 150 unit pompa air ukuran 3 dan 4 inci juga disiapkan, ditambah perluasan lahan cetak sawah baru seluas 250 hektare.

Program ini disebut menjadi salah satu bantuan pertanian terbesar yang masuk ke Banggai dalam beberapa tahun terakhir. Harapannya jelas: produksi pangan meningkat, persoalan air teratasi, dan kesejahteraan petani ikut terdongkrak.

“Semua persiapan sudah matang. Kami berharap bantuan ini segera dimanfaatkan petani agar produksi meningkat dan ketahanan pangan daerah semakin kuat,” tutup Subhan. (*/AP)

Komentar