Pria Paruh Baya Ditemukan Meninggal Dunia di Kamar Hotel Kawasan Maahas

triLO.id -

Seorang pria paruh baya berinisial AL (50-an), warga Desa Uwedikan, Kecamatan Luwuk Timur, ditemukan meninggal dunia di salah satu kamar hotel di kawasan Maahas bagian pantai, Kamis (23/7/2026). Pria yang berprofesi sebagai sopir truk pengangkut kelapa sawit dengan tujuan Kecamatan Toili tersebut ditemukan tak bernyawa di dalam kamar mandi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, korban tiba dan check-in di hotel seorang diri sekitar pukul 11.30 WITA. Beberapa menit berselang, AL kedatangan tamu yang identitasnya tidak dikenali lantaran mengenakan helm. Sekitar pukul 14.00 WITA, tamu tersebut keluar dari kamar, sementara AL tetap berada di dalam.

Pihak pengelola hotel menyebutkan bahwa korban merupakan pelanggan tetap yang biasa menginap. Biasanya, korban langsung keluar kamar untuk menyelesaikan pembayaran tak lama setelah tamunya pergi.

“Iya, beliau langganan. Sekitar tiga minggu sekali pasti check-in di sini,” ujar salah seorang resepsionis hotel.

Kecurigaan mulai muncul saat pesan singkat yang dikirimkan pihak resepsionis pada pukul 15.18 WITA dan 17.00 WITA terkait konfirmasi pembayaran kamar tidak kunjung mendapat respons.

Petugas hotel kemudian mendatangi kamar korban. Meski pintu diketuk dan dipanggil berulang kali, tidak ada jawaban dari dalam. Saat dicoba, pintu kamar ternyata tidak terkunci. Petugas resepsionis yang masuk mendapati celana korban berada di atas meja. Ketika memeriksa area kamar mandi, korban ditemukan dalam posisi terduduk di atas kloset dengan tubuh menunduk dan tidak bergerak.

Melihat kondisi tersebut, pihak hotel langsung menghubungi Ketua RT setempat yang kemudian meneruskan laporan ke Pihak yang berwajib.

“Mengenai nama lengkap korban, kami tidak sempat melihat karena pihak kepolisian yang langsung mengamankan kartu identitasnya,” tambah pihak resepsionis.
Sementara itu, berdasarkan keterangan awal dari petugas kamar jenazah, pada tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan.

Terpisah, Kepala Desa Uwedikan, Asir Labani, S.H., saat dimintai konfirmasi membenarkan bahwa AL merupakan warganya.
“Almarhum memang warga kami dan berprofesi sebagai sopir truk muatan sawit. Beliau sudah berkeluarga dan memiliki dua orang anak. Saat ini pihak keluarga sedang menunggu kedatangan jenazah almarhum di rumah duka,” tuturnya. (tim)

Komentar