GORONTALO – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Gorontalo menegaskan komitmennya dalam mendukung program pemberantasan buta huruf Al-Qur’an yang menjadi salah satu program Pemerintah Kota Gorontalo. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Gorontalo, Dr. Husin Ali, S.Pd., M.AP, saat membahas penguatan kerja sama dengan Yayasan Al Yasiir Gorontalo.
Dalam arahannya, Husin Ali meminta pihak Yayasan Al Yasiir agar melanjutkan kembali kerja sama dengan lima Sekolah Dasar (SD) yang sebelumnya telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) yakni SDN 70 Kota Tengah, SDN 19 & 21 Dungingi serta SDN 96 & 97 Kota Utara. Menurutnya, kerja sama tersebut perlu terus dilanjutkan agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh para peserta didik.
Selain itu, ia juga mendorong Yayasan Al Yasiir untuk memperluas kerja sama dengan sekolah-sekolah lain yang dapat dijangkau, dengan tetap menyesuaikan jumlah sekolah binaan terhadap ketersediaan tenaga pengajar yang dimiliki yayasan. 
Sebagai bentuk dukungan terhadap program tersebut, Husin Ali menyatakan akan menyampaikan secara resmi kepada seluruh sekolah yang telah bekerja sama melalui grup WhatsApp kepala sekolah agar memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program Yayasan Al Yasiir. Langkah itu dilakukan sebagai bagian dari upaya menyukseskan program Wali Kota Gorontalo dalam rangka pemberantasan buta huruf Al-Qur’an.
Tak hanya berfokus pada siswa, Kepala Dikbud Kota Gorontalo juga meminta kepada Yayasan Al Yasiir agar pembinaan baca tulis Al-Qur’an turut diberikan kepada para guru di sekolah-sekolah yang menjadi mitra. Menurutnya, peningkatan kemampuan guru dalam membaca dan menulis Al-Qur’an akan semakin memperkuat pembinaan keagamaan di lingkungan sekolah.
Untuk memastikan program berjalan optimal, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Gorontalo juga akan melakukan peninjauan serta evaluasi langsung ke sekolah-sekolah yang telah menjalin kerja sama. Evaluasi tersebut dilakukan guna melihat sejauh mana perkembangan pelaksanaan program dan memastikan target pemberantasan buta huruf Al-Qur’an dapat tercapai.
Sementara itu, PJ Bidang Pendidikan Keagamaan dan Dakwah Yayasan Al Yasiir Gorontalo Berkah, Sukri Gausu, SE., ME., menyambut baik dukungan yang diberikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Gorontalo dalam memperkuat kerja sama dengan satuan pendidikan di Kota Gorontalo.
”Insyaallah kami akan memberikan yang terbaik bagi anak-anak didik di satuan pendidikan, khususnya Sekolah Dasar Negeri yang ada di Kota Gorontalo, dalam upaya pemberantasan buta huruf Al-Qur’an. Selain belajar mengaji, kami juga akan menambah materi pembelajaran secara klasikal berupa Mutaba’ah Hafalan Tahfidz Juz 30, Hadits Pilihan, dan Fiqih Inadah adab, sehingga pembinaan karakter dan pemahaman keislaman siswa dapat berjalan lebih komprehensif. Penerapan materi klasikal pendampingan pembelajaran Baca tulis Al Qur’an ini menggunakan buku khusus terbitan Yayasan Al Yasiir dan launching perdana akan diterapkan pada KBM kerjasama satuan Pendidikan yang rencananya serentak akan dimulai pada Senin 03 Agustus 2026 sesuai jadwal yang disepakati dengan pihak sekolah” ujar Sukri.
Ia berharap sinergi antara Yayasan Al Yasiir dan Pemerintah Kota Gorontalo melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dapat semakin memperluas jangkauan program, sehingga semakin banyak siswa maupun tenaga pendidik yang memperoleh manfaat dari pembinaan baca tulis Al-Qur’an dan pendidikan keagamaan.. (roy)

Komentar