Tompotika (Untika) Luwuk kembali mengukuhkan komitmennya dalam mentransformasi diri dari perguruan tinggi daerah menjadi institusi pendidikan berdaya saing global. Melalui Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Untika secara resmi mengutus delegasi akademiknya untuk berpartisipasi dalam ajang The 4th International Learning Exchange Activities Programs (ILEAP) yang diselenggarakan di Nakhon Si Thammarat Rajabhat University (NSTRU), Thailand, pada 3 hingga 14 Agustus 2026 mendatang.
Pengiriman delegasi ini merupakan langkah konkret kampus untuk membuktikan bahwa civitas akademika dari Kabupaten Banggai memiliki kapasitas penuh untuk bersaing, beradaptasi, serta bersinar di panggung akademik internasional. Rombongan ini tidak hanya membawa misi pertukaran budaya, tetapi juga mengemban agenda penguatan kompetensi global dan perluasan wawasan akademis lintas negara.
Ketua Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Inggris Untika Luwuk, Nurlaela, S.Pd., M.Pd., yang memimpin langsung delegasi tersebut, menegaskan bahwa keikutsertaan ini telah dipersiapkan secara terstruktur sejak diterimanya undangan resmi dan diterbitkannya Letter of Acceptance dari rektorat.
“Tujuan utama kami bukan sekadar pertukaran budaya, melainkan memperkuat kompetensi global, memperluas wawasan akademis lintas negara, serta membekali mahasiswa dan dosen kami dengan pengalaman internasional secara langsung. Kami ingin membuktikan bahwa civitas akademika dari daerah seperti Luwuk Banggai mampu bersaing, beradaptasi, dan bersinar di panggung akademik global,” ujar Nurlaela.
Delegasi Untika Luwuk diperkuat oleh jajaran akademisi dan mahasiswa berprestasi. Nurlaela didampingi dua dosen pendamping akademis, yakni Nadya Septiani Rahman, S.Pd., M.Pd. dan Sukma Widya Sasmi Sabbu, S.Pd., M.Pd. Sementara itu, tiga mahasiswa terpilih dari Prodi Bahasa dan Kebudayaan Inggris yang bertindak sebagai Duta Akademik adalah Sefiana Teang (Ketua Delegasi Mahasiswa), Shtevi Sukel, dan Grace Tereza Nathalia Yabisi. Ketiga mahasiswa tersebut berhasil lolos seleksi ketat yang menguji kemahiran berbahasa Inggris, wawasan budaya, rekam jejak akademis, serta komitmen kepemimpinan.
Langkah strategis ini mendapat apresiasi penuh dari pimpinan universitas. Rektor Untika Luwuk menegaskan bahwa keikutsertaan dalam program ILEAP di NSTRU Thailand selaras dengan visi akselerasi kampus menuju World Class University.
“Pihak rektorat memberikan dukungan penuh terhadap inisiasi kerja sama internasional ini. Kami berharap program ini tidak hanya berhenti pada pertukaran budaya dan akademik saja, tetapi dapat ditindaklanjuti dengan penandatanganan kesepakatan kerja sama (MoU) secara kelembagaan demi meningkatkan Indikator Kinerja Utama (IKU) universitas serta membuka jalan bagi kolaborasi pendidikan, riset, dan pengabdian masyarakat di tingkat internasional,” tegas Rektor.
Senada dengan hal tersebut, Dekan FKIP Untika Luwuk menyatakan rasa bangganya atas capaian tim delegasi prodi. Ia berpesan agar para dosen pendamping dan mahasiswa dapat menjadi duta akademik yang membawa nilai-nilai luhur budaya Indonesia serta integritas kampus.
“Seraplah ilmu dan pengalaman terbaik di sana untuk kemudian ditularkan demi kemajuan akademis di lingkungan FKIP Untika Luwuk,” pesan Dekan FKIP.
Pemilihan Nakhon Si Thammarat Rajabhat University (NSTRU) sebagai mitra kegiatan didasari oleh reputasi perguruan tinggi tersebut dalam membina jejaring internasional di kawasan ASEAN. NSTRU dinilai memiliki ekosistem pembelajaran ideal yang memadukan keunggulan akademis dengan pelestarian budaya lokal, sangat relevan dengan keilmuan Prodi Bahasa dan Kebudayaan Inggris.
Selama 12 hari pelaksanaan (3–14 Agustus 2026), delegasi akan menjalani serangkaian agenda padat, yakni, 3–4 Agustus: Tiba di Nakhon Si Thammarat, courtesy meeting bersama pimpinan NSTRU, Opening Ceremony, Ice Breaking, dan Campus Tour. Selanjutnya, 5–6 Agustus: Pembelajaran budaya interaktif melalui Thai Dance Class, Thai Cooking Class, serta pendalaman bahasa dan kebudayaan Thailand.
Kemudian, 7–10 Agustus: Kunjungan wawasan kearifan lokal (workshop pembuatan topi pewarna alami, boat trip, kunjungan ke Shadow Puppet Museum, eksplorasi Local Night Market, dan Nithas Silp).
Pada tanggal 11–13 Agustus: Program pertukaran budaya, kegiatan outdoor, dan fun games pesisir di Tasala Hotel selama 3 hari 2 malam. Terakhir, 14 Agustus: Check-out dan pelepasan delegasi kembali ke Indonesia.
Ketua Delegasi Mahasiswa, Sefiana Teang, menyampaikan bahwa target utama para mahasiswa adalah bertindak proaktif sebagai Duta Akademik dan Budaya. Sebelum keberangkatan, para mahasiswa telah menjalani pembekalan intensif meliputi pemantapan Bahasa Inggris komunikasi formal, pelatihan presentasi budaya, dan pemahaman etika lintas budaya (cross-cultural understanding) di bawah bimbingan dosen prodi.
“Bagi kami mahasiswa, program di NSTRU ini adalah laboratorium sosial untuk mempertajam keterampilan berbahasa Inggris secara real-time dalam forum internasional. Sebagai pemuda dari kawasan timur Indonesia, khususnya Luwuk Banggai, kami mengusung nilai Bhinneka Tunggal Ika untuk menunjukkan kepada dunia bahwa generasi muda Indonesia adalah agen perubahan yang inklusif, berwawasan luas, dan siap berkolaborasi,” ungkap Sefiana.
Program ini dirancang untuk menghasilkan output nyata dan berdampak panjang. Selain sertifikat dan pengalaman internasional, Untika menjajaki komitmen kerja sama akademis berkelanjutan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA). Kerja sama tersebut diproyeksikan mencakup program pertukaran mahasiswa (student mobility), transfer kredit (credit transfer), serta riset kolaboratif antar-dosen dan mahasiswa.
Sekembalinya ke Indonesia pada 14 Agustus mendatang, tim delegasi berkomitmen menggelar sharing session, seminar mahasiswa, dan forum literasi budaya di kampus Untika Luwuk untuk menularkan global mindset kepada mahasiswa lainnya. Peningkatan rekam jejak internasional ini sekaligus memperkokoh posisi Untika Luwuk sebagai kampus progresif dan berdaya saing global di Sulawesi Tengah.(*)

Komentar