Bendungan Toili Sekarat, Sawah Terancam Puso

1.744 Hektar Dilanda Krisis Air

triLO.id -

Kekeringan akibat cuaca panas mulai mengancam sektor pertanian di Kabupaten Banggai. Debit air Bendungan Toili menyusut drastis hingga hanya tersisa 350 liter per detik, jauh di bawah kebutuhan pengairan sawah yang mencapai 2.181 liter per detik.

Kondisi kritis itu dilaporkan Petugas Pengairan Bendungan Toili, Darmaji, berdasarkan pemantauan pada Kamis (17/9/2026). Cuaca di lokasi terpantau cerah dengan kondisi air jernih. Namun, debit limpasan tercatat nol.

“Saat ini debit air bendung hanya menyisakan 350 liter per detik. Sementara total kebutuhan air aktual untuk mengairi tanaman padi masyarakat mencapai 2.181 liter per detik,” kata Darmaji melalui laporan resminya.

Kondisi tersebut menciptakan defisit pasokan air lebih dari 1.800 liter per detik. Dampaknya mengancam areal pertanian seluas 1.744,75 hektar yang berada dalam wilayah irigasi Toili.

Dari total luasan tersebut, sekitar 110 hektar tanaman padi berada pada Fase Pertumbuhan 1, sebanyak 865,75 hektar memasuki Fase Pertumbuhan 2, dan 694,75 hektar berada pada Fase Pemasakan. Sementara lahan yang memasuki fase panen tercatat 15,25 hektar.

Tanaman pada Fase Pertumbuhan 1 menjadi yang paling rentan terhadap kekurangan air. Sebanyak 110 hektar tanaman terancam kekeringan dan berpotensi mengalami gagal panen atau puso jika penyusutan debit air berlangsung lebih lama.

Menghadapi kondisi tersebut, pengelola irigasi menerapkan langkah darurat dengan mengatur distribusi air secara berkala. Petugas di lapangan memberlakukan sistem giliran atau rotasi untuk mengalirkan air ke petak-petak sawah.

“Kami berupaya memaksimalkan debit air yang ada dengan menerapkan sistem giliran atau rotasi pembagian air ke petak-petak sawah. Langkah ini diambil untuk menjaga kelangsungan hidup tanaman dan meminimalkan tingkat kerusakan atau gagal panen,” ujar Darmaji.

Selain mengatur distribusi air, petugas melakukan pemeliharaan bendungan dengan menggali endapan yang menumpuk. Pengerukan sedimentasi dilakukan untuk mengarahkan aliran air menuju pintu intake.

“Pengerukan sedimentasi atau endapan untuk mengarahkan aliran air menuju pintu intake,” kata Darmaji. (ap)

Komentar