Banggai Dibanjiri Rp418 Miliar, Pangan Digenjot

Target Lumbung Pangan Nasional

triLO.id -

Pemerintah pusat menggelontorkan bantuan pertanian senilai Rp418 miliar untuk memperkuat produksi pangan di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Bantuan tersebut diserahkan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam kunjungan kerja sekaligus panen raya di Desa Tirtasari, Kecamatan Toili, Kamis (10/9/2026).

Bantuan itu mencakup sejumlah komoditas dan sarana produksi pertanian, mulai dari kakao, kelapa, mente, benih padi, jagung, hingga alat dan mesin pertanian (alsintan).

Di hadapan petani dan pemerintah daerah, Amran menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat kesejahteraan petani. Salah satu kebijakan yang ditekankan ialah penurunan harga pupuk subsidi hingga 20 persen serta penetapan harga pembelian gabah oleh Bulog minimal Rp6.500 per kilogram.

“Pembelian gabah minimal Rp6.500 per kilo. Kalau ada Bulog tidak beli Rp6.500, biasanya kena sial. Sudah ada lima Pimpinan Wilayah (Pinwil) yang kami berhentikan di lapangan, seperti di Kalimantan Selatan, Jawa Timur, dan Jawa Tengah. Kita ini pelayan rakyat,” tegas Amran.

Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid mengapresiasi dukungan pemerintah pusat tersebut. Ia menyebut Kabupaten Banggai sebagai lumbung pangan terbesar kedua di Sulawesi Tengah setelah Kabupaten Parigi Moutong.

Menurut Anwar, kepastian harga gabah membuat petani lebih bersemangat menghadapi panen. Kondisi itu berbeda dengan sebelumnya ketika harga gabah kerap jatuh saat panen raya.

“Dulu tidak ada kepastian harga gabah, saat panen raya harga kerap turun. Sekarang alhamdulillah semua sudah punya kepastian,” ujar Anwar.

Bupati Banggai Amirudin mengatakan daerahnya memiliki modal besar untuk terus meningkatkan produksi pangan. Luas lahan baku sawah di Banggai mencapai 25.615 hektare yang tersebar di 14 kecamatan.

Lima kecamatan menjadi penyangga utama produksi, yakni Toili Barat seluas 6.126,50 hektare, Toili 5.735 hektare, Batui Selatan 2.509,46 hektare, Moilong 2.305 hektare, dan Batui 1.172 hektare. Total luas lahan di lima kecamatan tersebut mencapai 17.849,96 hektare.

Amirudin juga mendorong pembangunan pabrik pupuk di Banggai. Usulan itu didasarkan pada potensi industri daerah yang memiliki sumber daya migas dan fasilitas produksi amonia.

“Kabupaten Banggai adalah penghasil migas dan memiliki pabrik amonia. Mohon kiranya bisa diusulkan untuk pembangunan pabrik pupuk di Banggai agar masalah pupuk bagi petani di Sulawesi dapat teratasi, mengingat selama ini seluruh produksi amonia diekspor,” kata Amirudin. (ap/mm)

Komentar