Dugaan Keracunan Massal Menu MBG di Salakan, 50 Orang Alami Mual dan Pusing

triLO.id -

SALAKAN,  Puluhan pelajar dan warga di Kota Salakan, Kabupaten Banggai Kepulauan, dilarikan ke fasilitas kesehatan usai diduga mengalami keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (11/9/2026).

Hingga Jumat malam pukul 20.58 WITA, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Trikora Salakan mencatat total korban mencapai 51 orang.

Insiden ini berdampak pada siswa Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), tenaga pendidik, hingga kader kesehatan dan warga lokal. Para korban mulai mendatangi rumah sakit sejak pagi hari setelah menunjukkan gejala medis yang sama.

Plt Direktur RSUD Trikora Salakan, Demiyanus Soolani.,SKM.,M.Kes membenarkan terjadinya gelombang kedatangan pasien secara bertahap ke ruang perawatan.

“Sejak pukul 09.30 WITA kami terus menerima pasien para pelajar yang mengeluhkan mual, muntah-muntah, dan pusing,” ujar  Demiyanus saat dikonfirmasi, Jumat (11/9/2026).

Berdasarkan pemutakhiran data resmi Humas RSUD Trikora Salakan per pukul 20.58 WITA, rincian 51 korban terdampak meliputi, Siswa (46 orang), SMK 1 Salakan (23 orang), SDN Tompudau (20 orang), SDN 1 Salakan (1 orang), SDN 2 Salakan (1 orang), dan SMA PGRI Manggalai (1 orang).

Guru (3 orang), SDN Tompudau (2 orang) dan SMK 1 Salakan (1 orang).lWarga Desa Bongganan (2 orang): 1 orang Kader Posyandu dan 1 orang Ibu Balita.

Masih Dirawat / Belum Pulang (13 orang), 10 orang menjalani Rawat Inap (9 siswa SMK 1 Salakan dan 1 siswa SDN Tompudau), sementara 3 orang lainnya masih dalam tahap observasi medis.

Sudah Dipulangkan (38 orang), Terdiri dari 19 siswa SDN Tompudau, 11 siswa SMK 1 Salakan, 2 guru SDN Tompudau, 1 guru SMK 1 Salakan, 1 siswa SMA PGRI Manggalai, 1 siswa SDN 2, serta 2 warga Desa Bongganan.

Peristiwa keracunan massal ini memperpanjang catatan kelam pelaksanaan program MBG di wilayah Banggai Kepulauan. Kasus ini merupakan insiden ke 4 yang terjadi di daerah tersebut, di mana kejadian sebelumnya baru saja berlangsung beberapa pekan lalu. (tim)

Komentar