Tiba-Tiba Banggai “Diselimuti Asap”

Warga Heboh, Gunung Nyaris Tak Terlihat

triLO.id -

Lanskap pegunungan dan perairan di Kabupaten Banggai, Kamis (23/4), tampak memutih dan buram. Selimut tipis menyerupai asap menekan jarak pandang sejak pagi, memicu kekhawatiran warga akan kemungkinan kebakaran hutan dan lahan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan kondisi tersebut bukan asap kebakaran. Kepala Stasiun Meteorologi Syukuran Aminuddin Amir (SAA) Bubung, Daniel Tandi, menegaskan, fenomena itu adalah haze—udara kabur akibat akumulasi partikel kering di atmosfer.

“Dalam meteorologi disebut haze. Partikel-partikel sangat kecil melayang dalam jumlah cukup banyak sehingga menurunkan visibilitas,” ujar Daniel, Kamis (23/4).

Menurut dia, haze lazim muncul saat memasuki musim kemarau, ketika curah hujan menurun dan kemampuan atmosfer “membersihkan” partikel ikut melemah. Sumber partikel dapat berasal dari emisi kendaraan, aktivitas industri, serta debu yang terperangkap di lapisan udara dekat permukaan.

BMKG menekankan, kondisi ini berbeda dengan kabut asap akibat kebakaran lahan berskala besar. “Bukan karena kebakaran hutan/lahan. Ini kabut partikel kering yang umum terjadi di musim kemarau,” kata Daniel.

Kendati demikian, warga diimbau tetap waspada terhadap penurunan jarak pandang, terutama bagi pengguna jalan dan aktivitas pelayaran skala kecil, serta memantau pembaruan informasi cuaca dari BMKG.(ap)

Komentar