Ketika dua pria terlibat baku hantam di tengah antrean pengisian bahan bakar, sebagian orang memilih menjauh. Namun tidak demikian dengan Sutriana (26). Operator SPBU di Jalan Trans Sulawesi, Desa Biak, Kecamatan Luwuk Utara, Kabupaten Banggai itu justru berlari ke tengah keributan untuk melerai perkelahian yang terjadi di area pengisian BBM.
Aksi perempuan berseragam merah tersebut terekam kamera warga dan viral di media sosial. Banyak yang memuji keberaniannya karena tanpa ragu berdiri di antara dua pria yang sedang dikuasai emosi.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.30 Wita, Minggu. Menurut Sutriana, keributan bermula ketika dua pria yang sedang mengantre BBM terlibat adu mulut. Salah seorang di antaranya diduga berada di bawah pengaruh minuman keras.
“Awalnya mereka hanya adu mulut. Tiba-tiba salah satunya mengajak berkelahi,” tuturnya.
Saat itu Sutriana sedang bertugas sebagai operator pengisian BBM. Perempuan yang telah bekerja hampir delapan tahun di SPBU tersebut mengaku sempat panik melihat situasi yang terus memanas.
Meski demikian, ia memilih mendekati kedua pria tersebut.
Bukan karena merasa paling berani.
Tetapi karena khawatir keributan semakin membesar di area SPBU yang dipenuhi kendaraan dan bahan bakar.
“Saya tidak takut dipukul. Saya hanya niat mengamankan saja, karena orang-orang hanya menonton saat mereka sedang baku pukul. Makanya saya ingin melerai perkelahian mereka,” katanya.
Ia mengaku tidak sempat memikirkan keselamatan dirinya sendiri. Yang terlintas di benaknya saat itu hanyalah bagaimana menghentikan perkelahian agar situasi kembali aman.
“Yang saya pikirkan hanya ingin mengamankan. Ini kan SPBU, saya khawatir kalau keributan terus berlanjut,” ujarnya.
Sutriana mengatakan, selama hampir delapan tahun bekerja sebagai operator SPBU, baru kali ini menghadapi kejadian seperti itu. Tidak ada rekan kerja yang sempat membantu ketika ia melerai kedua pria tersebut.
Beruntung, keributan berhasil diredam tanpa menimbulkan dampak yang lebih besar. Pelanggan yang semula diliputi kecemasan pun kembali tenang dan pelayanan SPBU dapat berlangsung normal.
Menariknya, perempuan yang kini menjalani hidup sendiri setelah berpisah dengan suaminya itu mengaku tidak mengetahui jika video aksinya telah viral di media sosial.
Ia juga tidak merasa dirinya melakukan sesuatu yang luar biasa.
“Biasa saja. Memang sudah menjadi tanggung jawab saya,” ucapnya singkat.
Kepada masyarakat, Sutriana berpesan agar tidak mengonsumsi minuman keras dan selalu mematuhi aturan saat mengantre pengisian BBM.
“Jangan minum minuman keras. Patuhi aturan yang ada,” pesannya.
Jika suatu hari nanti menghadapi situasi serupa, jawabannya tetap sama.
Ia akan kembali melangkah maju.
Sebab, di tengah orang-orang yang memilih menjadi penonton, selalu ada seseorang yang memilih mengambil tanggung jawab. (*)

Komentar