Pulang Terakhir di Atas Motor

Jenazah Balita Dibawa Orang Tua, Video Viral Picu Keprihatinan

triLO.id -

BANGGAI KEPULAUAN,  Sebuah video yang memperlihatkan sepasang orang tua membawa pulang jenazah anak mereka menggunakan sepeda motor di Kecamatan Bulagi, Kabupaten Banggai Kepulauan, viral di media sosial dan memicu keprihatinan publik.

Peristiwa memilukan itu terjadi di Desa Seasa, Kecamatan Bulagi, Senin (1/6). Dalam rekaman yang beredar luas di media sosial, tampak kedua orang tua membawa pulang jenazah balita mereka dari Desa Seasa menuju Desa Sosom yang berjarak sekitar sembilan kilometer.

Korban diketahui bernama Adrian Ahzar Kadipo alias Aziel, balita laki-laki yang pada bulan ini genap berusia tiga tahun. Berdasarkan keterangan keluarga, korban meninggal dunia setelah diduga tersengat aliran listrik di rumah neneknya sekitar pukul 08.00 Wita.

Korban diduga tersengat listrik saat hendak memasukkan obeng ke lubang colokan yang berada di lantai rumah. Saat kejadian, ayah korban, Yakson Kadipo (30) sedang memancing, sedangkan ibunya, Yurmin Tabondeng (28), sedang sedang tidak berada di rumah.

Menurut keterangan keluarga, korban ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa di dalam kamar rumah neneknya.

Setelah kejadian, keluarga berupaya meminta bantuan kendaraan ambulans yang berada di Desa Seasa untuk mengantar jenazah ke rumah duka di Desa Sosom. Namun, berdasarkan informasi yang diperoleh dari keluarga dan warga setempat, ambulans tersebut disebut hanya diperuntukkan bagi pelayanan warga yang sakit dan bukan untuk mengangkut jenazah.

Keterangan serupa disampaikan Irvan Babutung, ipar ayah korban. Menurutnya, keluarga tidak dapat menggunakan ambulans karena kendaraan tersebut tidak dioperasikan sebagai mobil jenazah.

Dalam video yang viral, seorang warga yang merekam kejadian itu juga menyampaikan kekecewaannya karena kendaraan ambulans terlihat berada di lokasi, namun tidak digunakan untuk mengantar jenazah balita tersebut.

Diketahui, ambulans yang dimaksud merupakan kendaraan program “Berani Sehat” yang berada di Desa Seasa. Berdasarkan keterangan keluarga, kendaraan tersebut merupakan bantuan hibah untuk rumah ibadah dan lembaga keagamaan dari Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Sulawesi Tengah Tahun Anggaran 2025 kepada salah satu gereja di desa tersebut.

Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan resmi dari pengelola ambulans maupun pihak terkait mengenai kebijakan operasional kendaraan tersebut.

Peristiwa ini memicu beragam reaksi dari masyarakat di media sosial. Banyak warganet menyampaikan rasa duka sekaligus berharap adanya evaluasi terhadap layanan transportasi kesehatan dan penanganan kedaruratan di wilayah kepulauan.

Sementara itu, duka masih menyelimuti keluarga Yakson Kadipo dan Yurmin Tabondeng atas kepergian putra mereka. Jenazah Adrian Ahzar Kadipo alias Aziel telah dimakamkan di pekuburan keluarga di Desa Sosom, Kecamatan Bulagi, pada Selasa (2/6) sekitar pukul 11.00 Wita.

Peristiwa yang menimpa balita tersebut menyisakan duka mendalam sekaligus menjadi perhatian publik terkait akses layanan kesehatan dan transportasi darurat bagi masyarakat di wilayah kepulauan. (*)

Komentar