Bayi Sesar, Stroke Dominasi Rawat Inap RSUD

Dialisis Melonjak Sepanjang Semester

triLO.id -

Persalinan melalui operasi sesar pada bayi menjadi layanan rawat inap terbanyak di RSUD Luwuk Kabupaten Banggai sepanjang Januari–Juli 2026. Sementara itu, untuk kelompok penyakit, kasus stroke dan gagal ginjal kronis masih mendominasi, sedangkan pelayanan cuci darah mencatat lonjakan tertinggi pada layanan rawat jalan.

Data rekapitulasi 10 besar pelayanan rawat inap dan rawat jalan yang dirilis Bidang Pelayanan Medik RSUD Luwuk menggambarkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan rujukan, mulai dari persalinan, penyakit degeneratif, hingga terapi rutin bagi pasien kronis.

Subkoordinator Pelayanan Medik RSUD Luwuk Banggai, Treys Rianinda Yusuf, S.Si., menjelaskan, data tersebut dipisahkan antara tindakan medis yang bukan merupakan penyakit dan kasus penyakit murni agar potret pelayanan rumah sakit dapat terbaca secara lebih akurat.

Pada layanan rawat inap, penanganan bayi lahir melalui operasi sesar (Newborn Affected by Cesarean Delivery) menempati urutan pertama dengan 770 kasus. Menurut Treys, kategori tersebut merupakan tindakan pelayanan persalinan sehingga tidak diklasifikasikan sebagai penyakit.

Di luar tindakan persalinan, penyakit serebrovaskular dan gagal ginjal kronis menjadi kelompok penyakit dengan angka perawatan tertinggi. Secara keseluruhan, 10 besar kasus rawat inap selama tujuh bulan pertama 2026 mencapai 2.319 pasien. (Lihat infografis)

Pada layanan rawat jalan, terapi dialisis atau cuci darah menjadi pelayanan dengan jumlah kunjungan paling tinggi. Dialisis utama tercatat sebanyak 4.260 kunjungan, ditambah 833 kunjungan dialisis pendukung, sehingga total pelayanan mencapai 5.093 kunjungan.

Tingginya angka tersebut sejalan dengan banyaknya pasien gagal ginjal kronis stadium akhir yang memerlukan terapi pengganti fungsi ginjal secara berkala dan berkelanjutan.

Selama Januari–Juli 2026, total kunjungan pada 10 besar layanan rawat jalan mencapai 10.528 kunjungan pasien. (lihat infografis)
Data tersebut memperlihatkan bahwa beban pelayanan RSUD Luwuk tidak hanya didominasi tindakan persalinan, tetapi juga meningkatnya kasus penyakit tidak menular, khususnya stroke, gagal ginjal kronis, penyakit jantung, dan diabetes yang membutuhkan penanganan jangka panjang.

Manajemen RSUD Luwuk menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu pelayanan melalui penguatan sarana dan prasarana, pemenuhan dokter spesialis, serta pengembangan layanan medis agar mampu mengimbangi tingginya kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat Kabupaten Banggai dan wilayah sekitarnya. (tr01)

Komentar